Reporter : Nopri
BABAR, Mattanews.co – Keberadaan anjing yang berada di Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, sudah sangat meresahkan warga sekitar. Akibatnya, banyak pengendara motor ataupun orang lewat terjatuh dikejar anjing gila, Senin (17/08/2020).
Salah satu korbannya, Wulan, warga Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga, yang kehilangan beberapa gigi, akibat terjatuh karena menabrak anjing liar di Dusun Jampan, Desa Kelabat.
“Kejadiannya bulan April lalu, di Dusun Jampan. Ketika saya sedang berkendara, tiba-tiba dari sebelah kanan, anjing tersebut berlari menuju saya. Akibat itu, saya terluka dan dibawa ke rumah sakit,” tutur Wulan.
Terkait hal tersebut, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Bangka Barat, Agung Ari Wibowo, mengatakan, keberadaan anjing liar, tentu menjadi kekhawatiran semua pihak, karena populasinya yang tidak terkontrol. Menurutnya, dampak dari banyaknya anjing liar, bukan hanya penyakit rabies, tapi juga menganggangu kenyamanan dan ketenangan masyarakat.
“Kita juga sering mendapat pengaduan dari warga. Kegiatan eliminasi anjing liar yang dilakukan dengan menggunakan racun Strychnine Nitrate, tidak bisa lagi dilakukan karena bertentangan dengan peraturan pemerintah No 95 tahun 2012,” terang Agung.
Meski demikian, lanjut Agung, ada beberapa upaya lain dari pihaknya untuk mengatasi hal ini, yaitu menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang berprofesi sebagai penangkap anjing liar.
“Saat ini baru ada satu orang yang berminat untuk bekerja sama. Dan mudah-mudahan jika tidak ada halangan akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Selain itu kami juga berharap akan semakin banyak masyarakat lainnya yang ingin bekerja sama sehingga populasi anjing liar akan semakin terkontrol,” tandas Agung.
Berdasarkan pantauan, keberadaan anjing-anjing liar tersebut akan nampak jelas pada saat malam hari, terbanyak berada di Desa Puput, seperti di kawasan Jalan Kantor Pos, Pasar Parit Tiga, Puput Atas serta Jalan Kimjung.
Masyarakat saat ini berharap agar ada tindakan dari pihak terkait untuk mengatasi hal ini, selain membahayakan jiwa manusia, jumlah anjing-anjing tersebut semakin hari semakin bertambah.
Editor : Selfy














