Reporter: Faldy
PALEMBANG, Mattanews.co – Hampir setiap daerah di Indonesia, mempunyai aneka ragam permainan tradisional, Selain menarik permainan tradisonal itu, tentunya memiliki nilai yang postif bagi kehidupan sehari-hari.
Salah satunya Cak Ingkilng, permainan tradisional khas Sumatera Selatan (Sumsel) yang hampir hilang ditelan zaman ini, akhirnya kembali dimainkan oleh orang nomor 1 di Sumsel H. Herman Deru dan Ibu Febrita Lustia Deru.
Dari pantauan Mattanews.co, setelah turun dari mobil, Gubernur Sumsel menghampiri anak-anak yang sedang bermain cak Ingkling persis di halaman Bukit Siguntang, di acara penutupan Siguntang Fest 2020, Minggu (6/12/2020).
Kurang lebih 1 menit Herman Deru (HD) bersama ibu Febrita memainkan permainan itu, penuh dengan tawa. “Bahaso jawonyo ‘Gedrek’, ketika wong Palembang ketemu dulur dari daerah lain, pas nak dimaenke ruponyo maenke cak ingkling, ada kesamaan beda namanya,” ujar HD.
“Kita perlu melestarikan budaya dan permainan tradisonal seperti ini,” sambungnya.

Sementara itu, menurut Sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji mengatakan permainan cak ingkling ini, merupakan permainan tradisional khas Sumsel. Dan perlahan mulai hilang tertelan zaman, karena kebanyakan anak-anak berdiam di rumah sibuk dengan gadgetnya.
Permainan tradisional anak-anak ini, semestinya ada peran, dan upaya pelestarian dari semua pihak. Terutama peran keluarga yakni orang tua, harus memotivasi anak-anak untuk bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan tetangga sekitar.
“Perlu ada pemicu, untuk anak-anak mulai memainkan ini, berikan caranya. Permainan ini bisa meningkatkan dan melatih keseimbangan tubuh anak,” ujarnya.
“Selain itu, cak ingkling ini secara filosofinya bisa mempererat kerukunan, persatuan dan kesatuan warga di setiap RT khususnya. Karena ada interaksi dan kearaban dalam permainan itu,” tutup Kemas.
Editor: Fly














