EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Herman Deru Geram Antrean Solar Mengular, Pertamina Diminta Segera Normalisasi Pasokan

×

Herman Deru Geram Antrean Solar Mengular, Pertamina Diminta Segera Normalisasi Pasokan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di sejumlah ruas jalan sekitar SPBU Kebun Bunga, Palembang, Selasa (15/9/2026).

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru. Saat melintas di kawasan Simpang Bandara hingga Jalan Noerdin Pandji, Herman Deru melihat antrean kendaraan mengular cukup panjang dan memilih turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan.

Herman Deru kemudian mendatangi SPBU Kebun Bunga dan berdialog dengan petugas maupun sejumlah pengemudi yang sedang mengantre.

Dari percakapan tersebut, sejumlah sopir truk mengaku telah berada dalam antrean sejak malam hari untuk mendapatkan BBM jenis solar.

Mendengar keluhan tersebut, Herman Deru mempertanyakan kondisi pasokan BBM kepada petugas SPBU.

“Ini telat kirim?” tanya Herman Deru kepada petugas SPBU.

Ia juga mempertanyakan mengapa antrean kendaraan sampai menjalar ke ruas Jalan Noerdin Pandji.

“Kenapa solar antre sampai Jalan Kebun Sayur (Noerdin Pandji) tadi?” lanjutnya.

Petugas SPBU yang ditemui Herman Deru belum dapat memastikan penyebab keterlambatan pasokan BBM tersebut.

Untuk memastikan persoalan tidak berlarut-larut, Herman Deru kemudian langsung menghubungi Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga, Ayub Ritto.

Dalam komunikasi tersebut, Herman Deru meminta Pertamina segera memastikan pasokan BBM, terutama solar dan Pertalite, kembali tersedia di SPBU.

“Pak Ayub, tolong segera dikirim. Kasihan orang sudah antre panjang,” tegas Herman Deru.

Menurutnya, persoalan antrean BBM sebenarnya sempat mengalami perbaikan. Namun, kondisi kembali terjadi dan masyarakat harus kembali menghadapi antrean panjang.

“Ini jam 7 malam sudah habis,” ujar Herman Deru saat menyampaikan kondisi pasokan kepada Ayub Ritto.

“Kemarin sudah sempat bagus, dinormalkan lagi,” lanjutnya.

Herman Deru meminta Pertamina tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama pengemudi kendaraan angkutan yang menggantungkan aktivitasnya pada ketersediaan solar.

“Tolong, kasihan orang,” tegasnya.

Ia menilai kelancaran distribusi BBM bersubsidi harus menjadi perhatian serius agar masyarakat tidak kehilangan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

“Jangan sampai masyarakat harus antre belasan jam karena pasokan terlambat,” kata Herman Deru.

Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina untuk memastikan persoalan pasokan dapat segera ditangani.

“Yang penting pasokannya jangan sampai kosong. Kalau pasokan lancar, antrean juga bisa terurai,” ujarnya.

Herman Deru berharap langkah cepat Pertamina dapat segera mengembalikan kondisi di SPBU Kebun Bunga menjadi normal.

“Kita minta ini segera diselesaikan. Jangan sampai antreannya kembali panjang dan mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: M. Iqbal
Editor: Anang