MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, kembali menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat membuka ajang Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (17/04/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru secara lugas menggambarkan perubahan besar dalam dunia usaha.
“Dulu kita berhitung masih menggunakan cara sederhana, komunikasi bisnis pun terbatas. Sekarang dunia sudah berubah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keterbukaan akses dan kemajuan teknologi membuat persaingan semakin luas tanpa batas wilayah.
“Jaringan sekarang terbuka luas, kompetitor tidak terbatas. Maka kemampuan IT harus terus di-upgrade agar pelaku UMKM bisa menjangkau pasar lebih luas,” tegasnya.
Meski mendorong digitalisasi, Herman Deru mengingatkan pelaku usaha agar tidak melupakan aspek fundamental dalam bisnis.
“Mutu produk dan kepercayaan konsumen itu tidak bisa dipisahkan. Teknologi boleh maju, tapi kualitas harus tetap dijaga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan IFBC 2026 yang dinilai memberikan peluang nyata bagi masyarakat untuk memulai atau mengembangkan usaha.
“Ajang seperti ini membuka kesempatan besar untuk menemukan mitra usaha dan belajar langsung dari pelaku bisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Herman Deru menyinggung program unggulan Pemprov Sumsel dalam mencetak wirausaha muda.
“Siapa pun yang bertransaksi di sini akan kami berikan ID card sebagai Sultan Muda Sumatera Selatan,” ujarnya.
“Ini bagian dari upaya kami menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan pentingnya sinergi dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung UMKM agar bisa berkembang lebih cepat,” katanya.
Ia juga menyoroti kontribusi besar UMKM terhadap perekonomian nasional.
“UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia. Ini sektor yang sangat strategis,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga membuka peluang ekspansi global.
“Kami siap membantu pelaku usaha memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, menilai potensi kuliner Indonesia sangat besar untuk dikembangkan melalui sistem waralaba.
“Kita punya kekayaan kuliner dengan identitas kuat dari berbagai daerah. Ini peluang besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan usaha membutuhkan lebih dari sekadar potensi.
“Untuk bisa maju, pelaku usaha harus dibekali ilmu kewirausahaan dan pemahaman tentang franchise,” katanya.
“Tidak cukup hanya punya keinginan, harus tahu cara mengelola dan mengembangkan bisnis,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam memenangkan persaingan pasar.
“Pelaku usaha harus berani bereksplorasi dan menggabungkan konsep agar produknya lebih unik dan memiliki nilai tambah,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan berharap UMKM dapat terus berkembang, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.














