Hoax !! Penjelasan Erick Thohir Ada Chip Covid-19 Dalam Vaksin Dapat Mengontrol Manusia Seumur Hidup, Ini Faktanya

  • Whatsapp

Reporter : Poppy Setiawan

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar sebuah pesan berantai yang menyebutkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui ada cip yang dipasang di vaksin Covid-19. Narasi beredar lewat pesan berantai.

Narasi tersebut berbunyi “Bismillah ..Eric tohir sang missionaris chip covid-19 dengan sangat terbuka menjelaskan ttg chip yg ada dalam vaksin.

Itu arti nya,setelah kita di suntik vaksin kita akan di kontrol seumur hidup.
Sungguh Allah maha bijaksana dan maha pembuat makar.

Menterinya nge bocorin”

Akun Twitter sarang hamnida (@kharimakharima1) mengunggah cuitan berupa satu video kompilasi beberapa potongan video, seperti video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa, presentasi Bill Gates, dan Jay Walker selaku CEO APIJECT di CBN News. Cuitan tersebut disertai dengan narasi yang menyebutkan bahwa Erick Thohir menjelaskan chip yang terdapat dalam vaksin Covid-19 dapat mengontrol manusia setelah disuntikannya.

Berdasarkan hasil penelusuran, narasi cuitan tersebut tidak tepat. Pertama, pada video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa episode “Vaksin Siapa Takut” hari Rabu, 13 Januari 2021, Erick Thohir tidak menyebutkan adanya chip di dalam vaksin, melainkan barcode pada botol dan kemasan vaksin Covid-19 yang diperlukan dalam pelacakan vaksin, seperti mengetahui kepada siapa vaksin tersebut disuntikkan.

“Kembali kita bicara kepada sebuah sistem yang harus bisa meminimalisir resiko, apalagi ini menyangkut rakyat Indonesia. Maka dari itu, sejak awal, Biofarma melakukan barcode di sini (menunjukkan botol vaksin) bisa terlihat. Jadi misalkan tadi Raffi habis disuntik itu masuk ke barcode. Satu kotak ini ada barcodenya, nanti masuk ke cool chain yang dikirim ke daerah yang truk-truknya bisa kita lacak sudah sampai dimana, nomor mobilnya apa, dan ada kejadian apa,” ujar Erick Thohir sambil menunjukkan botol dan kotak vaksin.

Berdasarkan hasil penelusuran Mattanews.co, Kamis (21/1/2021), narasi cuitan tersebut tidak tepat. Pertama, pada video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa episode “Vaksin Siapa Takut” hari Rabu, 13 Januari 2021, Erick Thohir tidak menyebutkan adanya chip di dalam vaksin, melainkan barcode pada botol dan kemasan vaksin COVID-19 yang diperlukan dalam pelacakan vaksin, seperti mengetahui kepada siapa vaksin tersebut disuntikkan.

“Kembali kita bicara kepada sebuah sistem yang harus bisa meminimalisir resiko, apalagi ini menyangkut rakyat Indonesia. Maka dari itu, sejak awal, Biofarma melakukan barcode di sini (menunjukkan botol vaksin) bisa terlihat. Jadi misalkan tadi Raffi habis disuntik itu masuk ke barcode. Satu kotak ini ada barcodenya, nanti masuk ke cool chain yang dikirim ke daerah yang truk-truknya bisa kita lacak sudah sampai dimana, nomor mobilnya apa, dan ada kejadian apa,” ujar Erick Thohir sambil menunjukkan botol dan kotak vaksin.

Mengutip dari liputan6.com, Kementerian BUMN membantah kabar tersematnya kartu chip di dalam vaksin Covid-19. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan kabar tersebut adalah hoaks.

Arya kemudian meluruskan penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir terkait adanya barcode di vaksin Covid-19, yang tujuannya semata-mata untuk mempermudah proses vaksinasi itu sendiri.

“Yang menyebarkan ini hoaks, memelintir informasi. Yang dimaksud Pak Erick adalah, barcode itu, vaksin itu, supaya terdata, supaya nggak ada yang palsu. Vaksin yang satu ini punyanya si A jadi ketahuan langsung datanya, ada barcode, vaksin yang ini dipakai untuk ini,” jelas Arya kepada wartawan, Selasa lalu (19/1/2021).

Kedua, video Bill Gates yang digunakan dalam cuitan tersebut merupakan video yang direkam saat Bill Gates menyampaikan pesan di Global Policy Forum (GRF) yang diadakan oleh Alliance for Financial Inclusion di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10-12 September 2013. Ia menyebutkan, salah satu inovasi seperti vaksin telah mengubah masa depan miliaran orang. Ia juga sama sekali tidak menyinggung adanya chip di dalam vaksin.

Ketiga, video terakhir yang digunakan dalam video kompilasi itu adalah video Jay Walker selaku CEO APIJECT yang diwawancarai oleh CBN News pada 22 Mei 2020. Ia memaparkan bahwa projek yang sedang ia jalani bertujuan untuk memastikan jutaan dosis vaksin siap disuntikkan pada akhir tahun 2020 di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga menjelaskan chip dengan nomor serial pada vaksin didesain layaknya barcode untuk mengetahui dosis yang tepat belum kadaluwarsa dan tidak ada informasi lain selain terkait dosis vaksin.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Editor : Poppy Setiawan

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait