[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO PALEMBANG – Kericuhan pecah antara mahasiswa dan aparat kepolisian, saat mahasiswa dilarang membakar keranda mayat berisi ban, saat mengelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Senin (11/4/2022).
Dari lokasi kejadian, lemparan botol mineral, kayu dan batu beterbangan di udara. Dua unit Mobil Water Canon yang siaga sejak pagi, sempat menyemprot namun dibatalkan. Selain itu, Sat Brimob Polda Sumsel dan K9 juga nampak siaga dilokasi.

“Memang kita siagakan untuk membubarkan massa yang anarkis. Namun kita batalkan, karena sudah aman dan kondusif,” jelas Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib, saat diwawancarai wartawan.
Orang nomor satu di Polrestabes Palembang ini menambahkan, pihaknya sempat mengamankan beberapa orang mahasiswa yang dianggap provokatif.
“Ya, ada baberapa yang kami amankan untuk kita periksa. Kita amankan karena dianggap provokatif,” ujarnya.














