MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Purwakarta masa bhakti 2025-2030 resmi dilantik di Bale Sawala Yudisthira, Sekretariat Pemda Purwakarta, Jumat (17/7/2026).
Prosesi pelantikan organisasi sosial ini berlangsung khidmat bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekerja Sosial ke-51.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua IPSM Jawa Barat Subchan Daragana, Kepala Dinas Sosial Purwakarta R. Nurcahja, serta perwakilan pengurus IPSM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, yang datang mewakili Bupati Saepul Bahri Binzein.
Ketua IPSM Kabupaten Purwakarta yang baru dilantik, Ricky Syamsul Fauzi, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Ricky, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja melakukan audiensi dengan Komisi IX DPR RI terkait program Universal Health Coverage (UHC).
“Purwakarta saat ini masih kekurangan biaya untuk UHC. Namun, Alhamdulillah, Pak Bupati siap memfasilitasi program UHC prioritas. Komisi IX DPR RI juga mendukung penuh, dan insyaallah usulan 58 ribu peserta PBI JKN (BPJS Kesehatan) akan diakomodir,” ujar Ricky. Jumat (17/07/2026).
Selain program kesehatan, Ricky menargetkan peningkatan jumlah pekerja sosial di Purwakarta. Saat ini, jumlah anggota IPSM tercatat sebanyak 240 orang.
Ia menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 576 orang, dengan proyeksi tiga pekerja sosial di setiap desa/kelurahan dari total 192 desa yang tersebar di 17 kecamatan.
Dalam sambutannya, Ricky juga menyatakan akan memperjuangkan nasib para pekerja sosial agar mendapatkan upah atau insentif atas kinerja sukarela mereka.
Selain itu, ia secara langsung mengusulkan anggaran pembangunan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp3,5 miliar kepada Sekda Purwakarta selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kepada Ketua TAPD sekaligus Sekda Purwakarta, saya Ricky Syamsul Fauzi berharap pada tahun 2027 bisa dititipkan anggaran untuk Puskesos teman-teman IPSM, kurang lebih sebesar Rp3,5 miliar,” kata Ricky.
Rencana anggaran ini nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh Komisi IV bersama TAPD dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menyambut positif gagasan yang disampaikan.
Ia menyatakan bahwa pemenuhan insentif dan pembangunan Puskesos akan dikaji dalam rapat TAPD dan Banggar.
“Apa yang disampaikan Pak Ketua nanti akan kita bicarakan dalam rapat TAPD dan Banggar. Jika anggarannya memungkinkan, tentu akan kita penuhi,” tutur Midan.
Midan juga menegaskan bahwa IPSM adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan keadilan sosial di lapangan.
Ia meminta pengurus baru IPSM untuk aktif terlibat, termasuk membuka posko pengaduan sosial pada program pelayanan publik keliling (gempungan) yang digelar mingguan di desa-desa.
Di akhir sambutannya, Midan menawarkan solusi jaminan sosial bagi para anggota IPSM melalui program “ASN Nyaah Ka Warga”.
Melalui program ini, sekitar 8.000 ASN di Purwakarta yang bersedia akan mendaftarkan warga termasuk para anggota IPSM yang berjumlah sekitar 240-an orang ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.














