MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Sejak rampung dibangun di 2021, jalan yang membentang sepanjang 9 kilometer di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur tak berfungsi sesuai harapan. Penyebabnya, lokasi jalan yang berada di pelosok dan permasalahan lain. Akibatnya, puluhan miliar dana APBD Kabupaten dan Provinsi Sumsel terkesan sia-sia. Di lokasi bahkan ditemukan tanda-tanda ruas jalan ini diduga jadi tempat mesum.
“Pagi sampai malam yo cak inilah sepi, karena baru, memang belum nyambung dengan jalan di sebelah sana (arah Desa Keromongan),” kata salah seorang pemilik kebun yang dibincangi di lokasi, Rabu (01/20/2023)
Pantauan dilapangan, di jalan tersebut, yang awalnya dibangun dengan membabat kebun-kebun warga mulai dikerubuti ilalang yang naik ke badan jalan. Jalur sepanjang 9 kilometer, mulai dari perbatasan Desa Keromongan – Desa Sukomulyo itu sepi dari aktivitas warga. Jalur sepanjang itu bahkan cuma ada satu bangunan rumah warga setempat. Sisanya pepohonan yang merupakan kebun karet hingga ubi racun atau kebun karet.
Saat menyisir jalan tersebut, awak media menemukan bungkus kondom tercecer di sekitar lokasi. Diduga lokasi ini juga kerap jadi tempat untuk pasangan mesum menyalurkan hasrat. “Kurang tahu kalo itu mas, kami nyadap pagi sampe siang dak pernah ketemu, mungkin malam-malam wong mesumnyo,” aku Tarjono (45) yang dijumpai di dekat lokasi.
Ditempat yang sama warga lain saat dijumpai pula menuturkan, jika jalan itu awalnya diniatkan sebagai jalan lingkar penghubung antar provinsi, warga dari arah Belitang tak perlu lewat jalan lintas tengah kalau hendak menuju Lampung.
Kondisi jalan dengan lebar 12 meter itu juga jadi saksi penolakan warga setempat pada 7 November 2021 silam, dimana sekitar 30-an orang pemilik kebun yang tergusur melakukan aksi penolakan pembangunan jalan tersebut.
“Sebagian sudah menerima ganti rugi, sekitar 25 orang terima duit Rp 3 juta per-orang. Kalau saya nolak, itu tidak wajar,” ucap seorang korban yang bahkan mengaku jika ia dan keluarganya lewat pengacara sudah dua kali mengirim somasi ke Pemkab OKU Timur.
Sampai berita ini terbit, belum ada tanggapan dari instansi terkait. Staf Dinas PUTR saat didatangi menyebut jika kepala dinas tidak berada di tempat. Demikian dengan Sekda OKU Timur, salah seorang stafnya mengatakan jika Sekda tak bisa diganggu di ruang kerjanya. “Masih banyak berkas mas,” kata salah satu staf Sekda OKU Timur.














