BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALPEMERINTAHANPOLITIKTNI DAN POLRI

Jelang Pemilu, Kapolda Sumsel Imbau Pergunakan Media Mainstream Menebar Fakta Bukan Hoaks

×

Jelang Pemilu, Kapolda Sumsel Imbau Pergunakan Media Mainstream Menebar Fakta Bukan Hoaks

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pemilu tinggal menghitung hari, diharapkan dapat berjalan aman dan damai, tanpa hoaks. Hal itu diungkapkan Kapolda Sumsel, saat malam silaturahmi bersama forkopimda dan awak media di Green Club Golf, 8 Ilir, Ilir Timur II, Palembang, Senin (25/11/2024) malam.

“Ya kita pergunakan media-media mainstream ini untuk menebar fakta sebenarnya, bukan berita palsu, kita tahu siapapun bisa jadi wartawan kalau menggunakan media sosial, anak saya pun bisa, anak – anak yang begitu mudahnya membagikan tanpa memfilter mana data yang benar, mana informasi yang betul,” ungkap Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH.

Kepolisian RI yang bertugas memelihara keamanan warganet di ruang siber, melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan segala bentuk kejahatan siber, juga berperan langsung dalam memberikan edukasi masyarakat terkait penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), agar warganet tidak menjadi korban apalagi terjerumus menjadi pelaku kejahatan siber.

“Ya tentu memang Polri punya patroli siber, dia bekerja melihat akun-akun dari berbagai platform yang menyebarkan informasi yang berpotensi hoaks. Jika terbukti hoaks, tentu langkahnya akun-akun ini akan kita inventarisir, kemudian akan berkoordinasi dengan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia) untuk mentakedown akun-akun tersebut,” paparnya.

Kapolda Sumsel juga menerangkan, dalam prakteknya satu akun menyerang seseorang, kemudian orang itu merasa dirugikan, ini sudah bisa melapor.

“Jika sudah merasa diserang dan merasa dirugikan sudah bisa melapor, terkait penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” jelasnya.

Kapolda Sumsel berharap, kepada para awak media yang terkhususnya di wilayah Sumsel, agar dapat memberikan info yang benar dan mengedukasikan kepada masyarakat.

“Yang paling utama kita berharap kepada teman-teman media, memberikan informasi yang benar terkait dengan fenomena ataupun peristiwa, yang terjadi di tengah-tengah kita,” katanya.

Kapolda Sumsel memberikan contoh, terkait dalam pemberitaan perihal banjir di daerah Muaraenim yang sudah di posting.

“Nah, sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu, saya melihat di media sosial platform Instagram, tiba-tiba ada informasi banjir di Muaraenim. Saya lihat kok tidak ada laporan dari Kapolres setempat, saya langsung tanya di Kapolresnya, bagaimana situasi disana, ia menjawab kalau itu berita daur ulang, berita kejadian bulan Mei lalu, nah kan langsung bisa terklarifikasi,” urainya.

Kapolda Sumsel mengimbau, perihal podcast yang ada di media mainstream di Sumsel, jangan hanya mengundang Forkopimda terkait bahasan pemilu, tapi undang juga kandidat pencalon pemimpin daerah ini.

“Waktu itu saya pernah diundang podcast, saya juga sarankan bahwa jangan mengundang Forkopimda saja, tapi undang juga kontestan dalam pemilu ke podcast. Kalian bisa korek dalam podcast tentang visi misi kandidat, semisalnya paselon janjikan kasih Rp 1 milliar untuk kepala desa, nah itu bisa kita tanya duit darimana itu,” tandasny