Reporter : Rony Body
PAGARALAM, Mattanews.co – Mewabahnya pandemi corona (covid-19) berdampak sangat besar bagi pengusaha kecil menengah di kota Pagaralam yang sudah berjalan selama 2 minggu ini. Hal ini berdasarkan curhatan pengusaha kedai kopi dan warung nasi goreng secara ramdom yang ada di kawasan kota Pagaralam.
Ayik salah satu contoh pengusaha kedai kopi dan roastery yang berlokasi di seputaran pertigaan lampu merah kantor pos menyatakan ditengah wabah pandemi corona, pendapatan usaha kedai kopinya per hari selama 2 minggu ini merosot turun sangat drastis sampai 70 persen dari hari biasanya saat ditemui, Rabu (01/04/2020).
“Kami dan beberapa kedai kopi lain cuma bisa pasrah karna harus mentaati aturan pemerintah bahkan ada kedai kopi yang memilih tutup sementara untuk mengurangi kerugian,” katanya.
Lanjut Ayik, kedai kopi dan roastery ini adalah usaha satu-satunya saat situasi corona tetap buka dari siang sampe jam 8 malam tutup. Hal itu dilakukan untuk cicilan bank dan biaya hidup harian. “Untuk mencegah dan usaha memutus mata rantai corona ini, kami siapkan alat cuci tangan dengan sabun disinfektan,” ungkapnya.
Disisi lain, Rahmat pengusaha warung nasi goreng di jalan Gunung mengalami nasib yang tidak jauh berbeda, omsetnya juga turun sampe 80 persen dari hari biasanya sebelum pandemi corona ini. “Kami putuskan tetap buka dengan alasan tuntutan perut dan usaha memutus mata rantai corona, dengan strategi nasi goreng online,” bebernya.
Mereka merupakan gambaran situasi pengusaha kecil menengah kota Pagaralam di tengah pandemi covid-19, mereka berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban setidaknya pemerintah bisa menekan serta memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini segera dapat dikendalikan dan aktifitas masyarakat dan perekonomian kota Pagaralam bisa berjalan normal kembali.
Editor : Anang














