BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Kabut Asap Makin Pekat, Dandim 1206 Putussibau Ingatkan Warga: Kurangi Aktivitas di Luar

×

Kabut Asap Makin Pekat, Dandim 1206 Putussibau Ingatkan Warga: Kurangi Aktivitas di Luar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kabut asap mulai menebal. Udara yang sebelumnya terasa biasa kini berubah menjadi ancaman yang tak kasatmata. Ketika asap mulai memenuhi ruang udara dan jarak pandang perlahan terganggu, masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu diminta tidak menganggap kondisi tersebut sebagai persoalan sepele.

Di tengah memburuknya kualitas udara, Kodim 1206/Putussibau mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara sudah dipenuhi asap.

Pesan tersebut disampaikan Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. Ia meminta masyarakat lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan keluarga daripada memaksakan aktivitas di tengah kondisi udara yang tidak mendukung.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan diri sendiri dan keluarga,” ujar Dandim kepada wartawan.Kamis (24/9/2026)

Kabut asap yang muncul menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih harus diwaspadai.

Dalam kondisi kemarau, lahan dan vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyala dan menyebar. Jika tidak segera ditangani, kebakaran bukan hanya menghanguskan lahan, tetapi juga dapat menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, Dandim meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Satu titik api yang dibiarkan dapat berubah menjadi persoalan besar. Asapnya dapat menyebar, jarak pandang terganggu dan masyarakat menjadi pihak yang ikut merasakan dampaknya.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan, lindungi kesehatan keluarga dan masyarakat, serta jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Dandim juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi menjadi semakin buruk untuk mulai bertindak.
Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Sedangkan bagi masyarakat yang memang harus bekerja atau beraktivitas di luar, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang perlu diperhatikan, “tutur Dandim.

Kondisi kesehatan diri dan keluarga juga harus menjadi perhatian. Ketika kualitas udara menurun, masyarakat diminta lebih peka terhadap kondisi tubuh dan tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul.

Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, Kodim 1206/Putussibau bersama jajarannya terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan karhutla.

“Patroli dilakukan di wilayah yang dianggap rawan. Pemantauan terhadap titik-titik potensi kebakaran ditingkatkan. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar warga memahami bahaya pembakaran lahan, “ujar Dandim.

Apabila ditemukan titik api, personel akan melakukan langkah cepat sesuai kondisi di lapangan untuk mencegah api semakin meluas.Namun, upaya aparat tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat.

Dandim mengajak warga menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing.

“Setiap muncul titik api, asap mencurigakan maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait, “pinta Dandim.

Dandim menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tugas aparat. Pemerintah, masyarakat, pemilik lahan dan seluruh elemen di Kabupaten Kapuas Hulu memiliki peran yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Saat kualitas udara mulai memburuk, pilihan paling penting adalah meningkatkan kewaspadaan.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara dipenuhi asap, “pesan Dandim.

Kemudian, menggunakan masker jika harus keluar rumah. Tidak membakar lahan. Serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Ditambahkan Dandim, langkah-langkah tersebut terlihat sederhana, namun dapat menentukan apakah sebuah titik api berhenti sebagai kebakaran kecil atau berubah menjadi karhutla yang lebih luas.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Segera laporkan apabila menemukan titik api agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra