MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) mendorong penguatan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Crown Victoria, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Direktur Sumber Daya Manusia Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kemhan RI Brigjen TNI R. Yoga Raharja, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, jajaran Kemhan, TNI-Polri, DPRD, serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M.
Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI R. Yoga Raharja menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai bela negara kepada generasi muda, terutama pelajar SMA dan mahasiswa yang diproyeksikan menjadi bagian dari kepemimpinan Indonesia pada 2045.
Menurut Yoga, generasi muda perlu dibekali karakter, wawasan kebangsaan, serta kesadaran bela negara agar mampu tumbuh menjadi pemimpin yang berkualitas dan memiliki integritas.
“Indonesia Emas itu mahasiswa dan anak-anak SMA yang akan menjadi pemimpin. Makanya perlu ditanamkan bela negara dan menjadi pemimpin yang berkualitas serta punya karakter,” ujar Yoga.
Ia mengingatkan bahwa masa muda harus dimanfaatkan untuk membangun kapasitas diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Yoga juga menyoroti fenomena demonstrasi yang berujung kerusuhan dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan generasi muda dalam aksi yang berujung pada gangguan ketertiban.
“Jangan sampai anak muda menyia-nyiakan masa mudanya. Banyak kita temukan kasus demo rusuh itu karena ada yang menyusupi anak muda,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk lebih aktif menyelenggarakan kegiatan bela negara di wilayah masing-masing. Menurutnya, penguatan kesadaran kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah pusat, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita ajak semuanya untuk aktif menggelar bela negara di wilayah masing-masing,” ajaknya.
Ahmad Baharudin: Bela Negara Bukan Sekadar Pertahanan Fisik
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa bela negara tidak semata-mata dimaknai sebagai kewajiban dalam konteks pertahanan fisik, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ahmad Baharudin, bela negara merupakan wujud kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesetiaan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menilai penguatan nilai-nilai bela negara semakin relevan di tengah tantangan ketahanan bangsa yang kian kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi informasi, hingga dinamika lingkungan strategis.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Ahmad menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Nilai-nilai bela negara, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, menumbuhkan toleransi, serta mempertahankan kondusivitas daerah.
Pemkab Tulungagung Tanamkan Bela Negara kepada Pelajar
Terkait implementasi bela negara di kalangan pelajar dan pemuda, Ahmad menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung selama ini aktif menjalin kerja sama lintas instansi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan materi tentang bela negara dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari kepada pelajar di sekolah, terutama pada awal tahun ajaran baru.
Upaya tersebut diharapkan dapat membangun karakter generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, serta kesadaran menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Ahmad juga berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman regulasi semata, melainkan mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman regulasi saja. Hasil sosialisasi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, termasuk melalui kebijakan, program pembinaan masyarakat dan penguatan koordinasi lintas sektor,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara Pemkab Tulungagung, Kemhan RI, TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat.
Penguatan kesadaran bela negara menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bangsa, menjaga persatuan, serta mempersiapkan generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab demi menyongsong Indonesia Emas 2045.














