BeritaBERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Kabut Asap Makin Pekat di Bayung Lencir, Karhutla Muara Medak Capai 300 Hektare

×

Kabut Asap Makin Pekat di Bayung Lencir, Karhutla Muara Medak Capai 300 Hektare

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUBA – Kabut asap dikeluhkan semakin pekat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di Desa Muara Medak.

Kalaksa BPBD Kabupaten Muba, Marko Susanto, mengatakan sejumlah lokasi di Desa Muara Medak masih dalam penanganan tim gabungan. Lokasi tersebut meliputi wilayah Pal 2 PT Tesico Jambi, Dusun 7, Dusun 5, serta wilayah PT Hutan Bumi Lestari (HBL).

“Pemadaman dan pendinginan tim darat terus dilaksanakan hingga saat ini,” ujar Marko.

Menurut Marko, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat fluktuatif seiring proses pemadaman dan pendinginan yang berlangsung di lapangan.

Penanganan karhutla melibatkan personel BPBD, BKO TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan. Tim gabungan disebar di sejumlah lokasi untuk memperluas jangkauan penanganan.

Karhutla terjadi pada kawasan dengan karakteristik gambut tebal, dengan kedalaman sekitar 1 hingga 8 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman dan pendinginan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Marko menyebut asap dari karhutla gambut di Desa Muara Medak saat ini mengarah ke wilayah Jambi.

“Untuk saat ini, asap hasil gambut karhutla Desa Muara Medak mengarah ke Jambi,” katanya.

Sementara itu, Marko menjelaskan bahwa asap yang dirasakan di wilayah Sekayu dan sekitarnya tidak seluruhnya berasal dari karhutla di Muara Medak. Berdasarkan informasi BPBD, asap di wilayah tersebut juga berasal dari kejadian karhutla di Kecamatan Lais, Kabupaten PALI, dan Banyuasin.

Di tingkat kecamatan, Camat Bayung Lencir, Zukar, SKM., M.Si., mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kabut asap. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperkuat, disertai imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.

“Kami terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kabut asap. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus kami perkuat, disertai imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi ini,” ujar Zukar.

Masyarakat berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara optimal, seiring kondisi kabut asap yang dikeluhkan semakin pekat. Warga juga berharap informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara resmi sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi karhutla Desa Muara Medak masih berlangsung.

Penulis: JOE MATTANEWS.CO