MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Guna menghindari kecelakaan di sungai, akibat tebalnya kabut asap, Dit Polairud Polda Sumsel lakukan imbauan dan asistensi. Kapal harus menyalakan lampu, navigasi, Jumat (29/09/2023).
“Jarak pandang yang cukup terbatas pada pagi dan sore hari, dapat membahayakan gerak kapal, sehingga kami melakukan himbauan agar setiap kapal yang bergerak menyalakan lampu navigasi dan meningkatkan kewaspadaan, dalam terganggunya jarak pandang,” terang Dir Polairud melalui Kasubdit Patroli Air, AKBP Budi Santoso.
Kesempatan yang sama, ia juga mengatakan, Kapal Patroli Dit Polairud Polda Sumsel, Kp 3004 melakukan assist kepada kapal yang sedang melakukan manuver olah gerak, sebagai upaya mencegah terjadinya Laka air akibat terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap di perairan Sungai Musi.
Kegiatan ini juga berlangsung rutin setiap hari, karena kegiatan ini merupakan salah satu tugas pokok dari Dit Polairud Polda Sumsel, yakni memastikan keamanan aktivitas masyarakat di perairan Provinsi Sumsel, utamanya dengan menggunakan transportasi air.
“Kita melakukan patroli rutin dan ditingkatkan mengingat situasi cuaca yang diliputi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, yang asapnya tutupi sepanjang sungai Musi hingga ambang luar sungai Musi,” jelasnya.
Sejauh ini, Budi menjelaskan, untuk jarak pandang bisa dibilang cukup dekat, ia menghimbau kepada kemaritiman atau transportasi air agar tidak memaksakan kehendak mengingat jarak pandan dekat oleh kabut asap dan tidak memungkinkan agar terhindar dari laka air.
“Sejauh ini jarak pandang hanya 20 meter sampai 30 meter dan terlihat gelap, apalagi di waktu padi dan sore, kita juga sudah melakukan pendektan persuasif kepada awak kapal, pada saat kabut asap menebal kebanyakan meraka bersandar di pelabuhan apa lagi itu kapal-kapal besar,” ujarnya.
Budi juga menambahkan, Pihak Dit Polairud Polda Sumsel telah melakukan sosialisasi ke beberapa titik dermaga – dermaga yang ada di Kota Palembang dan sekitarnya.
“Kita sudah ke dermaga-dermaga untuk transportir jasa angkutan air seperti ke jalur – jalur yang ada di dermaga pasar 16 Ilir, BKB, juga yang dibawah jembatan Ampera, dan terutama juga kapal-kapal besar seperti kapal tanker di pelabuhan Boom Baru,” tandasnya.














