BERITA TERKINI

Kades Pilihan Warga Dijegal, Warga Karang Agung OKI Tolak Perhitungan Suara Ulang

×

Kades Pilihan Warga Dijegal, Warga Karang Agung OKI Tolak Perhitungan Suara Ulang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Gelombang protes penolakan perhitungan suara ulang kembali terjadi. Setidaknya ratusan warga Karang Agung, Jejawi bergerak menuju kediaman salah satu calon kepala desa Mislina.

Aksi warga tersebut mendesak Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar segera melantik calon kepala desa nomor urut 1, Mislina sebagai Kepala Desa Karang Agung masa bakti 2021-2026.

Aksi penolakan tersebut disampaikan warga yang didominasi kaum ‘emak-emak’ itu melalui petisi yang dilengkapi tanda tangan 412 warga, sebagai bentuk penolakan perhitungan suara sekaligus dukungan moril kepada Mislina.

Dukungan warga kepada Mislina untuk tetap tegar berjuang menjaga amanah pilihan warga, terbebas dari campur tangan kekuasaan yang cenderung bersikap otoriter.

Salah seorang warga Hendi, mewakili ratusan warga lainnya mengungkapkan kekecewaannya.

Menurutnya, perintah pemungutan suara ulang sebagai awal keresahan yang terjadi di tengah warga. Terlebih menurut Hadi, saat mengetahui calon kepala desa suara terbanyak pilihan mereka dituduh melakukan kecurangan.

“Padahal, usai perhitungan suara berlangsung, sama sekali tidak ada sanggahan dari pihak manapun, termasuk dari sejumlah saksi, maupun unsur terlibat lainnya terhadap ketetapan panitia pilkades, yaitu kandidat nomor urut 1, Mislina sebagai calon kades suara terbanyak,” terangnya di Karang Agung, Jumat (3/12/2021).

Bukan hanya Hadi, kekecewaan juga turut dirasakan warga lainnya. Betapa kekecewaan begitu memuncak, di saat hati nurani warga saat menentukan pilihan pemimpin desa, yang dinilai mampu menjalankan amanah, namun secara tiba-tiba harus terjegal oleh kepentingan tertentu.

Warga menganggap hasil penghitungan suara ulang bukanlah bentuk aspirasi warga sesungguhnya.

“Perhitungan suara ulang tidak menjamin hak suara kami tetap terjaga seperti sebelumnya. Dibandingkan orang kota lainnya, sebagai warga desa pribumi, kami lebih paham untuk siapa suara diberikan. Penjegalan macam ini sama saja mengkhianati aspirasi warga,” ungkapnya.

Aksi penolakan warga diakui Mislina sebagai penyejuk baginya dalam menghadapi upaya penjegalan dirinya untuk menjalankan roda pemerintahan Desa Karang Agung untuk kedua kalinya.

Di hadapan ratusan warga, ia berupaya terlihat tegar. Bahkan, dalam menanggapi keinginan warga untuk melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati dan DPRD OKI, ia dengan sabar, sembari meredam kekesalan massa.

Ia mengaku percaya masih ada keadilan dalam penyelesaian sengketa pilkades yang terjadi.

“Saya masih optimis. Kemenangan saya merupakan pilihan mayoritas warga sekalian. Upaya hukum berupa sanggahan ke Bupati juga telah kita lakukan. Petisi penolakan suara ulang yang diberikan ini, menandakan dukungan penuh, bahkan disaat seperti sekarang ini pun warga masih setia bersama saya,” tandasnya.