BERITA TERKINI

Kades Wadas Harapkan Pemda Segera Bantu Tangani Dampak Banjir

×

Kades Wadas Harapkan Pemda Segera Bantu Tangani Dampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Dampak banjir di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,Kabupaten Karawang
Dampak banjir di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,Kabupaten Karawang

MATTANEWS.CO,KARAWANG – Meski banjir sudah terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, namun dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat belum memberikan kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampaknya. Air kiriman dari 5 kawasan ini menimbulkan kerugian terhadap masyarakat Desa Wadas. Kepala Desa Wadas Junaedi SH mengatakan, dirinya mengeluarkan keluhan belum adanya kepedulian melalui media sosial.

“Yang lagi viral di youtube dan media sosial memang itu saya. Sengaja. Kenapa saya lakukan karena itu karena kami sudah perjuangkan tentang kalikalapa ini sudah lama dari tahun 2012 sampai saat ini belum ada pelaksanaan penanganan dampak banjir. Malahan tadi saya jam 08.00 pagi dengan rekan-rekan media ada empat media langsung terjun cek lokasi yang paling parah itu adalah rw 05 dan rw 09.Seperti di Karaba itu sudah ada 4 rumah yang sudah tidak ada bangkainya. Untuk kedepannya ketika datang lagi hujan ini akan bertambah korban dan banyak sekali yang dirugikan tentang Kalikalapa. Ini harus ada keseriusan dari pemerintahan daerah, provinsi maupun pemerintah pusat,” kata dia

“Kenapa Saya langsung mengadu kepada presiden, karena sumber air kali cikalapa ini yang datangnya itu dari 5 kawasan yang membuang air melalui kalikalapa. Ada 5 kawasan KICC, Sedana Golf, Kjie, Rolling Hills, Sandiago Hills dan Pertiwi Lestari, buang airnya itu semua ke kalikalapa,” kata dia.

“Sudah saya kroscek ke hulunya hanya KIIC yang ada penampungan air. Kalau tidak ada penampungannya, yang lainnya tidak ada. Saya sendiri sudah siap membuatkan embung atau danau yang bersampingan. Saya sudah siapkan dua titik yang satu di RW 01, satu lagi di RW 4 yang tempatnya di depan Kampung budaya, ada 3.000 meter untuk embung karena kita akan kembalikan lagi ke yang dulu di situ ada Rawa Cibodas,” kata dia.

Rawa Cibodas ini adalah tempat penampungan air dari air kalikalapa dan kali rawuh. “Kami mendapat informasi ada yang paling terparah di RW 12 itu sudah longsor beton yang kemarin dibuatkan oleh dinas Cipta Karya itu sudah menutup aliran air. Kalau ini tidak segera diantisipasi kalau seandainya datang hujan satu jam saja ini akan meluap ke rumah warga. Untuk RW 9 khususnya di blok Y blok X itu sudah 4 rumah sudah tidak ada bangkainya dengan kejadian hujan pada hari Minggu kemarin. Saya kuatirkan jalan penghubung antara blok penduduk yang ada di blok yaitu 400 KK di situ jalannya aksesnya hanya satu-satunya,” ujarnya.

Ia berharap, gerak respon pemerintah cepat. “ketika datang lagi hujan mau kemana evakuasi warga. Saya berharap kepada ibu Bupati, Gubernur dan Presiden segera tangani secepatnya,” kata dia.

Diakuinya, dari pemerintahan daerah pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, tidak ada satupun turun ke lapangan. “Yang kami harapkan bukan janji-janji. Tetapi masyarakat itu minta pelaksanaan, karena sudah banyak beberapa yang sudah kena korban, harta Bendanya contoh rumah sudah 4 rumah yang tidak ada bangkainya karena tergerus air cikalapa,” tutupnya.