BERITA TERKINIHEADLINE

Kades Wajak Lor Dampingi Stafsus Wapres RI Sambangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung

×

Kades Wajak Lor Dampingi Stafsus Wapres RI Sambangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Kepala Desa Wajak Lor Kecamatan Boyolangu, Aries Febryanto mendampingi Staf khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) menyambangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung.

Dalam kunjungan itu, kata Aries, menghadap Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., menyampaikan persiapan Desa Wajak Lor menjadi tuan rumah Kontes Ikan Mas Koki bertempat di Balai Desa setempat pada Minggu (12/3/2023).

“Mendampingi Staf khusus Wapres RI menghadap Pak Bupati Tulungagung, sekaligus saya sampaikan kesiapan Desa Wajak Lor menjadi tuan rumah Kontes Ikan Mas Koki pada 12 Maret 2023,” ucap Mas Kades Aries sapaan akrab saat di kantor Balai Desa Wajak Lor.

Mas Kades Aries menambahkan adapun tujuan dari diselenggarakan kontes tersebut sebagai unjuk gigi bahwasanya Tulungagung merupakan barometer pembudidaya ikan hias khususnya Ikan Mas Koki sudah tingkat Nasional bahkan Internasional.

Selain itu, pada kesempatan tersebut pelepasan ekspor ikan mas koki dari Tulungagung ke pihak pedagang (Dani limas farm.red) yang ada di Tangerang, Jawa Barat.

“Menurut rencana kontes ikan mas koki akan dihadiri Pak Menteri Perikanan dan Kelautan bersama Dirjen Kementerian Perdagangan,” tambahnya.

Menurut Mas Kades Aries, dirinya menyebut potensi Desa Wajak Lor sangat bagus untuk pembudidaya ikan hias khususnya ikan mas koki.

Bahkan, lanjut dia, sebenarnya Desa Wajak Lor ini sudah Go Internasional, buktinya pembudidaya ikan mas koki pernah mengirimkan sesuai permintaan di luar negeri diantaranya seperti negara Filipina, Vietnam, Australia.

“Jujur saja, kualitas ikan mas koki dari Tulungagung ini siap bersaing dengan negara Thailand bahkan Cina yang produk bagus, dan kita siap bersaing karena harga ikan hias mas koki Tulungagung masih dibawah standar dari mereka dengan kualitas yang sama,” ujarnya.

“Begini kalau desa Wajak Lor ini bisa menciptakan kualitas bagus dan memberi pakan harga mahal siap, belum tentu desa lain itu mencoba seperti desa Wajak Lor. Kualitas pakan bagus dan tempat standar internasional, ibarat kolam itu mumpuni untuk menciptakan ikan koki yang super jumbo mungkin desa lain belum bisa dulu sering untuk koki jumbo itu harus import, tapi desa Wajak Lor, Insya Allah sudah bisa,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bagi masyarakat jika tertarik mengembangkan pembudidaya ikan hias khususnya ikan mas koki sebenarnya sangat mudah sekali.

“Ikan mas koki ini untuk ternak pembudidaya telur untuk kolam kecil itu tidak masalah. Tapi, kalau usia ikan sudah 1 bulan baru membutuhkan kolam agak luas ukuran 8 kali 12 atau 10 kali 15 biar tempat longgar,” terangnya.

“Setelah 1 bulan di atas jempol tangan baru dimasukkan ke kolam palud yang membutuhkan biaya besar untuk 3 kali 3 meter saja menelan biaya 25 juta, kendati demikian, untuk satu tempat hasil maksimal dan nanti harga juga pantas,” tandasnya.