NUSANTARA

Kadinsos Raja Ampat : Penerima BST Diprioritaskan Keluarga Tak Berpendapatan Tetap

×

Kadinsos Raja Ampat : Penerima BST Diprioritaskan Keluarga Tak Berpendapatan Tetap

Sebarkan artikel ini

Reporter : Warto Warman

RAJA AMPAT, Mattanews.co – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial RI, pada tahap pertama yang dimulai pada tanggal 02 mei 2020 lalu, sudah selesai di beberapa Distrik.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat,  Martha M Sanadi, mengungkapkan BST tersebut diprioritaskan, bagi masyarakat tidak berpendapatan tetap.

Sementara untuk beberapa distrik memang tahap satu juga belum disalurkan, karena dijelaskan Martha, pihaknya akan menunggu tahap kedua dan ketiga baru di salurkan.

Dikarenakan jarak tempuhnya jauh, dan memakan biaya transportasi yang cukup besar, dibandingkan bantuan yang di berikan tersebut.

“BST ini diberikan kepada orang yang pantas mendapatkannya, jadi sasaranya masyarakat yang tidak memiliki pendapatan tetap,” ungkap Martha, saat ditemui Mattanews.co, di ruang kerjanya. Selasa (9/06/2020).

Sementara data yang digunakan dalam penyaluran BST tersebut, Marta mengungkapkan, pihaknya masih menggunakan data lama dari tahun 2015.

“Jadi data tahun 2015 itu yang masih dapat bantuan beras raskin, kemudian pada tahun 2017 Kementrian Desa dan Badan Statistik Pusat serahkan ke Kemetrian sosial agar dapat di kelola,” terangnya

“Maka data itu, yang digunakan dalam pembagian BST, dan itu diverfikasi saat pembagian,” jelas Martha.

Lanjut Martha, jika disaat verifikasi data saat pembagian dan terdapat ada nama yang sudah Pegawai Negri Sipil (PNS), Honor Daerah, Pemerintah Kampung, atau masyarakat yang dikategorikan punya pendapatan tetap, maka bantuannya akan di cancel.

“Selain itu, dalam satu keluarga juga tidak bisa mendapat bantuan ganda atau dua program bantuan ,maka jika sudah dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa lagi dapat BST,” ucapnya.

“Dan bagi keluarga yang tidak berpendapatan tetap, yang belum dapat BST atau PKH maka akan diakomodir untuk dapat BLT Dana Desa,” beber Martha.

Sementara administrasi yang digunakan dalam penerima BST tersebut, menggunakan Kartu Keluarga dan KTP.

“Karena saat terima bantuan itu, petugas langsung mengambil gambar dengan menggunakan aplikasi dan itu langsung terkirim ke pusat,” tutupnya.

Editor : Fly