Kadisdikbud Kapuas Hulu: Orang Tua dan Para Pihak Harus Berperan Aktif Awasi Penggunaan Handphone dan Medsos Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi

MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi mengungkapkan bahwa
penggunaan handphone dan media sosial tidak dapat dihindari.

Hal ini disampaikan Kadisdikbud Kabupaten Kapuas Hulu ini menyikapi maraknya anak usia pelajar yang menjadi korban pelecehan seksual.

“Sebagaimana yang sering kami kemukakan, teknologi pada dirinya sendiri adalah netral, tidak buruk dan tidak juga baik. Teknologi dapat melayani kebutuhan dan kepentingan manusia jika digunakan dengan bijak, tetapi dapat juga menghancurkan masa depan dan kehidupan jika disalahgunakan,” ungkap Kusnadi.

Terkait penggunaan handphone dan media sosial oleh anak-anak, Kusnadi mengharapkan peran serta orang tua dan guru dalam pendampingan dan pengawasan adalah hal yang mutlak dibutuhkan.

“Orang tua harus mengontrol penggunaan handphone dan media sosial oleh anak. Orang tua harus mengetahui aplikasi apa yang diinstal dalam perangkat anaknya,” tegas Kusnadi.

Menurut Kusnadi, jika aplikasi itu adalah game, perlu diteliti lagi apakah game tersebut mengandung unsur kekerasan, pornografi atau SARA.

“Begitu juga halnya dengan data-data yang tersimpan dalam perangkat yang digunakan anak. Orang tua juga harus menetapkan waktu dan batasan waktu penggunaan handphone oleh anak. Bila perlu, para orang tua memasang pada perangkat anaknya, aplikasi kontrol jarak jauh yang memungkinkan orang tua mengetahui di mana anaknya berada dan aktivitas virtual apa yang sedang mereka jalankan dengan handphonenya,” pesan Kusnadi.

Ditambahkannya, pemeriksaan isi perangkat handphone juga hendaknya dilakukan pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

“Di samping itu, sekolah hendaknya memfasilitasi siswa untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan handphone secara positif demi perkembangan dan peningkatan kompetensi siswa,” timpalnya.

Oleh karenanya, Kusnadi menekankan kasus-kasus pelecehan seksual yang telah terjadi hendaknya menjadi peringatan yang menyadarkan para orang tua, guru, pemerintah, masyarakat serta semua pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Mau tidak mau, orang tua harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mendampingi anak-anak mereka. Fungsi kontrol juga perlu diterapkan secara eksternal terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, terhadap kelayakan tenaga pengajar/pendidik terutama menyangkut kematangan psikologis-emosional, di samping kompetensi akademik,” paparnya.

Disampaikan Kusnadi, anak-anak memerlukan pendampingan dari para orang tua. Pendampingan ini harus disampaikan secara persuasif.

Kemudian anak-anak harus dibuat mengerti mengapa mereka harus mengizinkan orang tua dan guru melakukan pengawasan terhadap aktivitas mereka selama mereka belum dewasa.

“Sejak dini, mereka juga hendaknya diajar untuk menjaga diri dan memperoleh pendidikan seksualitas yang wajar dan sehat dari sumber-sumber yang kompeten dan dapat dipercaya,” pungkas Petrus Kusnadi. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait