Kado Penghujung Tahun 2020, PLN UIW S2JB Resmikan Listrik untuk 6 Desa di  Lahat dan OKUS

  • Whatsapp

Reporter: Anang

PALEMBANG,Mattanews.co – PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB), meresmikan Listrik Desa untuk Melayani 6 Desa, di 2 kabupaten yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel).

Dua kabupaten itu, yakni Kabupaten Lahat dan Kabupaten OKU Selatan secara Virtual Zoom. Rabu (23/12/2020).

General Manager PT. PLN (Persero) UIW S2JB, Daryono menyampaikan ucapan Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah daerah setempat khususnya Kabupaten Lahat dan OKU Selatan. Sehingga Listrik di 6 Desa tersebut bisa resmi beroperasi.

“Terima kasih kepada Pemerintah daerah Kab Lahat dan Pemerintah daerah Kab OKU Selatan atas dukungannya. Semoga ini menjadi Kado terbaik di penghujung tahun 2020 untuk warga di 6 Desa tersebut. Serta dapat menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi warga. Untuk insan PLN tetaplah terus berkarya walaupun disituasi pandemi ini, tetap patuhi protokol kesehatan dengan Menjalankan 3M dan tetap semangat untuk menjadikan PLN Terbaik”, ungkapnya.

Menurut Manajer UPPK Lisdes Sumsel Ramdhani, jaringan listrik yang baru saja diresmikan adalah program Listrik Desa Tahun 2020 di Desa Mekar Jaya Kec Kikim Barat Kab Lahat. Dan di Kabupaten OKU Selatan meliputi Desa Remanam Jaya kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Desa Sumber Mulia dan Ds Sumber Jaya kecamatan BPR Ranau Tengah, Ds Sugih Waras dan Ds Talang Merbau kecamatan Banding Agung.

Perkiraan potensi rumah tangga yang dapat menyambung listrik PLN sebanyak 1.367 Kepala Keluarga (KK). Pembangunan jaringan listrik desa ini antara lain pembangunan jaringan tegangan 20 Kilo Volt (KV) sepanjang 41,898 kilo meter sirkuit (kms). Jaringan tegangan rendah sepanjang 33,877 kms dan Gardu 50 kilo Volt Ampere (kVA) sebanyak 15 Unit. Dengan peresmian jaringan di OKU Selatan dan Lahat ini, maka rasio desa berlistrik naik menjadi 96,1 % di Kabupaten OKU Selatan serta 100 % di Kabupaten Lahat.

“Selain itu juga selama pelaksanaan pembangunan, ada beberapa kendala yang mesti kami hadapi. Seperti kondisi lapangan di Desa-desa tersebut, memiliki tantangan dan medan yang cukup berat. Belum lagi tantangan pada saat pengiriman material, cukup tersendat akibat di beberapa daerah yang memiliki kondisi geografis berupa perbukitan. Serta akses jalan yang sulit dilalui karena faktor cuaca yang sering hujan,” jelasnya.

Harapan dan Apresiasi dari Pemerintahan Kabupaten 

Selanjutnya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik bapak H. Arson Abadi, Msi, mewakili Bupati Kabupaten OKU Selatan menyampaikan ucapan terima kasih, yang sebesar besarya kepada jajaran PLN, yang memberikan pelayanan Terbaik.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten OKU Selatan, kami bersyukur atas selesainya pembangunan listrik di 5 desa kabupaten Oku Selatan. Dan kami berharap PLN makin setia dalam menerangi negeri khususnya di kabupaten Oku Selatan. Selain itu juga kami berpesan agar PLN terus dapat meningkatkan Pelayanan, mutu dan kualitas yang lebih baik lagi. Kami juga mendo’akan agar pada Insan PLN tetap mendapatkan kesehatan dalam setiap menjalankan tugas Mulia ini”, ungkapnya.

Senada, Asisten II Ibu Sri Muliati, SH.MM yang mewakili Bupati Kabupaten Lahat beliau menyampaikan Terima kasih kepada PLN atas kerja kerasnya dalam membangun desa yang belum teraliri listrik.

“Alhamdulillah, juga puji syukur dengan telah diresmikannya Jaringan Listrik di desa kabupaten Lahat. Maka Rasio elektrifikasi di Lahat menjadi 100 %,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Lahat siap mendukung dan akan terus mendorong percepatan pembangunan listrik. Dengan adanya listrik produktifitas dan kualitas kehidupan pun menjadi meningkat. Sehingga mendorong kemajuan ekonomi dan peningkatan SDM yang berkualitas.

Sebelumnya Warga desa di OKU Selatan dan di Lahat menyambut dengan gembira adanya jaringan listrik desa di daerahnya. Kebahagiaan tersebut mereka rasakan begitu listrik PLN yang sudah mereka dambakan bertahun-tahun, saat ini bisa menerangi rumah dan kampung halamannya.

Menurut warga setempat sebelum jaringan listrik PLN masuk, warga setempat menggunakan kincir air sebagai pembangkit listrik skala mikro. Itupun tentunya memiliki berbagai kendala mulai dari segi biaya pembangunan yang cukup mahal minimal 10 juta per rumah tangga, belum termasuk biaya perawatan. Kendala lain rusaknya kincir pada saat terjadi banjir bandang, dan saat debit air kecil menyebabkan drop tegangan. Sehingga warga setempat, hanya bisa menggunakan listrik untuk keperluan penerangan itupun tidak maksimal.

Hadir dalam Acara tersebut Senior Manager Perencanaan, Senior Manager SDM & Umum, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten II Pemerintah Kabupaten Lahat, Manajer UP2K Listrik Desa Sumatera Selatan, Manajer UP3 Lahat, dan Paran Manajer ULP.

Editor: Fly

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait