MATTANEWS.CO, JAMBI – Kehangatan dan suasana penuh persaudaraan menyelimuti ruang kerja Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, saat menerima audiensi dari Praeses dan para pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XXV Jambi, Kamis (28/8/2025).
Audiensi tersebut bukan sekadar agenda formal, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang sarat makna. Pihak HKBP Distrik XXV Jambi datang dengan tujuan menyampaikan undangan resmi kepada Kapolda untuk hadir sebagai narasumber dalam Rapat Pendeta HKBP Distrik XXV Jambi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 September 2025 di Hotel Wiltop Jambi.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Jambi didampingi oleh Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar dan Kabid Propam Polda Jambi Kombes Pol. Toni E. P. Sinambela. Sementara dari pihak HKBP hadir Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pendeta Kamson R.A. Pasaribu bersama Pendeta Julianus Sitorus dan Pendeta Fran Batahi Siahaan.
Praeses HKBP, Pendeta Kamson, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan Kapolda Jambi dan jajarannya. Ia menjelaskan bahwa rapat pendeta nanti akan difokuskan pada pembahasan peran gereja dalam membangun transformasi masyarakat yang lebih sehat, berintegritas, dan bebas dari praktik yang merusak, seperti korupsi, narkoba, judi online, perdagangan manusia, hingga kerusakan lingkungan.
“Gereja tidak bisa berjalan sendiri. Kami percaya, dengan sinergi bersama kepolisian, pesan moral dan nilai-nilai kejujuran serta integritas bisa lebih kuat tertanam di tengah jemaat dan masyarakat. Karena itu kami berharap Bapak Kapolda dapat hadir dan berbagi perspektif pada forum ini,” ungkap Pendeta Kamson.
Menanggapi undangan tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kemitraan antara lembaga agama dan aparat penegak hukum merupakan pondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai, dan berintegritas.
“Terima kasih atas undangan dan silaturahmi ini. Saya akan berusaha hadir, sepanjang tidak ada agenda mendesak lainnya. Polda Jambi selalu konsisten melakukan sosialisasi maupun penindakan tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum. Kolaborasi dengan tokoh agama akan memperkuat langkah kami di lapangan,” tutur Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, terlebih tokoh agama yang memiliki kedekatan emosional dengan umat. “Gereja, masjid, maupun tempat ibadah lainnya punya peran luar biasa dalam membangun kesadaran kolektif. Jika pesan moral dan hukum berjalan seiring, kita yakin Jambi akan lebih aman, tertib, dan sejahtera,” tambahnya.
Audiensi ini menjadi gambaran nyata bahwa dialog antara aparat kepolisian dan tokoh agama bukan hanya seremonial, melainkan langkah nyata memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan adanya kebersamaan ini, cita-cita menciptakan Provinsi Jambi yang bersih dari korupsi, narkoba, judi online, dan segala bentuk kejahatan semakin dekat untuk diwujudkan. (*)














