MATTANEWS.CO, KARAWANG – Karang Taruna Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat mengadakan audensi kepada Lurah Mekarjati, Karta Wijaya mempertanyakan tanggapan dan sikap Lurah perihal pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) senilai 4 Milyar yang belum selesai dan pengeluaran Ketua Karang Taruna di group WA Kelurahan.
Bertempat di aula Kelurahan Mekarjati, Rabu (8/6/2022) yang dihadiri Camat Karawang Barat Lasmi Ningrum, Kapolsek Karawang Kota AKP Boy Hamonangan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawang Barat Eigen, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karsum, anggota Karang Taruna dan masyarakat Kelurahan Mekarjati.
Ketua Karang Taruna Abdul Muin saat diwawancara awak media mengatakan, hasil audensi, lurah mekarjati tadi minta maaf karena telah mengeluarkan saya di group wa Kelurahan, karena adanya miskomunikasi dan terkait pembangunan TPST diserahkan kepada pihak DLH Karawang dan Kontraktor karena beliau tidak mempunyai hak kapasitas tersebut.
“Dari pihak kontraktor untuk pengerjaan TPST tersebut ada ademdum baru sampai 25 juni 2022 untuk pekerjaan TPST di Kelurahan Mekarjati baru 29 persen” katanya.
Tambah Abdul Muin, kita dari Karang Taruna tetap melakukan kontrol sosial pembangunan di TPST tersebut.
“Nanti kita lihat aja dari pernyataan- pernyataan daei pihak DLH Karawang maupun kontraktor sampai batas waktu tadi yang ditentukan tersebut,” ujarnya.
Masih Abdu Muin, kalau tidak sesuai dengan jawaban tersebut kita dari Karang Taruna akan melakukan langkah – langkah, baik ke dinas – dinas terkait yang mempunyai kapasitas untuk melakukan tindakan pengaduan.
“Saya berharap seluruh pembangunan yang ada di Kelurahan Mekarjati berjalan dengan baik, lancar dan ada peningkatan ekonomi,” ucapnya.
Ia menambahkan, terkait ada pembangunan di Kelurahan Mekarjati pasti dampak positifnya adalah peningkatan ekonomi, pungkasnya.
Sementara Lurah Mekarjati Karta Wijaya saat audensi mengatakan, terkait Ketua Karang Taruna dikeluarkan digroup WA soal pertanyaannya tanggapan TPST yang belum dikerjakan, kalau digroup WA bukan hanya di baca sama RT, RW tetapi ada keluarga yang melihatnya.
“Saya sebagai admin group saya keluarkan dulu Ketua Karang Taruna.Saya inginnya Ketua Karang Taruna sonding dulu atau ngobrol dulu soal pemberitaan TPST trsebut,” ucapnya.
Masih Karta, jangan sampai ada isu yang tidak enak bagi masyarakat Kelurahan Mekarjati.
“Kalau saya bicara di WA takut salah, jadi saya keluarkan Ketua Karang Taruna karena ada hak mengeluarkan,” pungkasnya. (*)














