BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Karawang Lampaui Target Produksi Padi 2025, Bupati Aep Fokus Proteksi Lahan di 2026

×

Karawang Lampaui Target Produksi Padi 2025, Bupati Aep Fokus Proteksi Lahan di 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Karawang Aep Syaepuloh (Foto: istimewa).
Bupati Karawang Aep Syaepuloh (Foto: istimewa).

MATTANEWS.CO, KARAWANG – Kabupaten Karawang sukses mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional setelah berhasil melampaui target produksi gabah sepanjang tahun 2025.

Capaian ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menghadapi kenaikan target produksi yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk tahun 2026.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memaparkan bahwa realisasi produksi Gabah Kering Panen (GKP) di wilayahnya mencapai 1.400.100 ton.

Angka tersebut berhasil melewati target yang dipatok oleh Pemerintah Pusat sebesar 1,4 juta ton.

Kepercayaan Pusat dan Kehadiran Presiden

Keberhasilan Karawang dalam menjaga produktivitas mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat.

Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya Kecamatan Cilebar, Karawang, sebagai lokasi Panen Raya Nasional yang dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan bahwa Karawang tetap menjadi sentral gabah nasional. Kami membuktikan bahwa dengan kualitas padi yang baik dan antusiasme petani yang tinggi, hasil panen tetap optimal,” ujar Aep dalam sesi wawancara di CNN Indonesia Newsroom, Selasa (13/01/2026).

Meski mencatatkan rapor hijau di tahun 2025, Pemkab Karawang tidak lantas berpuas diri. Tantangan besar menanti di tahun 2026 seiring dengan keputusan Kementerian Pertanian untuk menaikkan target produksi gabah.

Guna menjawab tantangan tersebut, Bupati Aep menegaskan dua strategi utama yang akan dijalankan pemerintah daerah:

Proteksi Lahan Pertanian: Memperketat regulasi guna membentengi lahan produktif dari tekanan alih fungsi lahan akibat industrialisasi yang masif di Karawang.

Peningkatan Produktivitas: Mengakselerasi penggunaan teknologi pertanian dan perbaikan infrastruktur irigasi guna menjamin kualitas beras Karawang tetap kompetitif di pasar nasional.

“Target tahun ini naik, namun kami optimistis. Fokus kami adalah meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan melalui dukungan teknologi dan infrastruktur yang lebih baik,” pungkasnya.(*)