NUSANTARA

Karo Rasa New Normal, Pasar Ramai Pembeli Tak Patuhi Prokes

×

Karo Rasa New Normal, Pasar Ramai Pembeli Tak Patuhi Prokes

Sebarkan artikel ini

Reporter: Tison

Karo, Mattanews.co- Kabupaten Karo Sumut berstatus zona merah namun seakan terasa new normal. Hal itu karena aktifitas tempat keramaian berjalan normal dan banyak warga tidak mengindahkan protokol kesehatan atau Prokes

New normal dengan status zona hijau diprediksi zero virus bisa saja masyarakat sedikit bebas berkeliaran tanpa menggunakan masker. Namun prokes harus tetap dijalankan agar penyebaran virus tidak kembali terjadi.

Pantauan Mattanews.co, di Pusat Pasar Berastagi tepatnya di Terminal Berastagi kembali mulai ramai dipadati para pengunjung dan pedagang monza , buah dan sayuran Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Selain berjalan normal kesadaran pembeli dan penjual dalam penerapan protokol kesehatan terlihat masih minim. Pasalnya banyak yang tidak menggunakan masker, apalagi menjaga jarak saat sedang memilih pakaian. Hanya ditemukan satu maupun dua orang yang menggunakan masker.

Rina br Tarigan ( 15 ) yang merupakan siswa kelas 8 SMA N ini, salah satu pengunjung mengaku sudah berani ke pasar karena lelah di rumah terus, meski dia tahu bahwa kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo terus meningkat.

“Yang pentingkan pemerintah sudah mengizinkan. Kita kan memasuki tahap new normal atau tatanan kehidupan baru. Jadi intinya, tetap jaga kesehatan diri sendiri. Kalau sebelumnya saya takut pergi ke pasar, namun sekarang karena keadaan sudah memperbolehkan, ya saya berani keluar. Yang penting baik rekan maupun keluarga saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ke manapun melangkah,”kata dia.

Salah satu pedagang yang bernama R br Tarigan, seorang pedagang mengungkapkan selama pandemi Covid-19 ia tetap berjualan, meski diakuinya penjualan turun drastis. Tapi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia tetap harus berjualan.

“Karena saya punya stok barang yang bisa dijual, jadi untuk biaya hidup, virus corona bukan menjadi penghalang. Karena ini mata pencaharian kami para pedagang. Meski kami akui pembeli sangat minim sekali. Namun demikian, kami juga tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan, mulai dari menghindari kontak fisik dengan pembeli, menjaga jarak antar pedagang dan selalu menggunakan masker saat berjualan,” ungkapnya.

Editor : Lintang