MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Diberitakan sebelumnya upaya dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19, jajaran Pemkab Purwakarta dan unsur Forkopimda lainnya dihimbau untuk terus dan secara gencar mensosialisasikan atau melakukan pengawasan berkaitan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Sementara, dalam menghadapi situasi ini, masyarakat diminta jangan panik.
Demikian disampaikan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika usai menerima arahan dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Arahan tersebut dikemukakan LBP pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang digelar secara virtual, pada Jumat (11/02/2022). di Aula Janaka, Setda Purwakarta.
“Dalam rakor juga diperlihatkan bahwa kasus aktif begitu tinggi termasuk di Kabupaten Purwakarta, yang pada hari ini, kasus aktif hampir mencapai 600 orang,” kata Ambu Anne.
Bahkan Bupati Purwakarta pernah mengatakan,”Berdasarkan arahan dari Presiden RI, yang harus dilakukan hari ini yaitu penerapan protokol kesehatan harus diperketat baik di tempat makan, wisata dan tempat lainnya. Kami akan membuat surat edaran terbaru untuk para pelaku ekonomi, usaha, jasa, ritel, perusahaan, industri, pengelola tempat wisata, dan lain sebagainya dalam menerapkan protokol kesehatan dan penyediaan tempat cuci tangan. Selain itu, penggunaan masker sangat penting diterapkan, dan ketika berbelanja pun tidak boleh membuka masker,” kata Ambu Anne.
Akan tetapi himbauan tersebut diduga tidak diidahkan oleh pihak pengelola Plaza Purwakarta, pantauan dilapangan sekitar pukul 20.00 wib pengunjung mulai memadati area. Dimana diarea tersebut terdapat live musik dan beberapa tenan angkringan jajanan kekinian, hingga menimbulkan kerumunan pengunjung hingga pukul 22.00 WIB. Mirisnya lagi, lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta dan sekitar waktu itu tidak nampak sekali satgas Covid-19 berada di lokasi.
Akan hal itu, media mencoba mengkonfirmasi pihak pengelola tersebut. Ade selaku pekerja lapangan area mengatakan, pihaknya telah menstop acara tersebut atas ACC pengelola gedung pak Ganjar.
“Saya tadi lagi maen futsal, ada telpon terjadi kerumunan. Jadi saya yang bubarin soalnya salah aturan, nanti coba bapak hubungi pak Ganjar kalau sudah aktif” ucap Ade. Sabtu (12/02/2022).
Terpisah, Kepala Kelurahan Nagrikaler Dede Iskandar saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa pihaknya telah membubarkan kerumunan tersebut, dan telah menegur pelaku usaha dan pihak pengelola untuk membuat pernyataan pada hari Senin.
“Sudah dibubarkan om, senin nanti pelaku usaha dan pihak yang bersangkutan akan buat pernyataan, sudah kita panggil,” singkat Dede melalui pesan WhatsApp.














