BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Kasus Pengadaan Bibit Talas Jilid II Empat Lawang Kembali Digelar

×

Kasus Pengadaan Bibit Talas Jilid II Empat Lawang Kembali Digelar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sedikitnya, empat saksi dihadirkan dalam sidang pembuktian dan pengembangan perkara, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit umbi talas di Kabupaten Empat Lawang, yang disinyalir telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,8 milyar pada tahun anggaran 2015, saat sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Senin (03/10/2022).

Dua terdakwa, Erni Amirullah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Fadillah Marik, Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Kepala Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Empat Lawang dihadirkan untuk mendengarkan keterangan saksi secara langsung.

Sidang diketuai Majelis Hakim Mangapul Manalu SH MH, tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Empat Lawang menghadirkan empat saksi dari BP2KP.

Dalam keterangannya saksi Evi, bendahara BP2KP, mengatakan, uang proyek pengadaan bibit tersebut sebesar Rp 1,8 milyar cair ke rekening pribadi Muhammad Riza (terpidana kasus yang sama), sebagai kontraktor tanpa memenuhi syarat dan mekanisme.

“Uang pencairan proyek pengadaan bibit sebesar Rp1,8 milyar masuk ke rekening pribadi Riza, tanpa memenuhi syarat dan mekanisme, Riza yang menyuruh tanda tangan semua berkas pencairan pengadaan bibit umbi talas Jepang, saya menandatanganinya di kantor,” ungkap saksi Evi.

Dalam dakwaan diketahui kedua terdakwa oknum ASN tersebut, disangkakan melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan bibit talas bantaeng, pada Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan di tahun anggaran 2015 lalu.

Kasus ini, merupakan hasil pengembangan pada sidang sebelumnya yang telah menjerat oknum Kontraktor Muhammad Riza yang telah divonis majelis hakim, dengan hukuman selama 6 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 6 bulan dan terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,3 milyar sebagai pengganti uang kerugian Negara, Rabu (16/6/2021).