Kelompok Tani dan Kades Basilam Baru, Apresiasi Program KUR Tani Bupati Tapsel

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, TAPANULI SELATAN – Kelompok Tani dan Kepala Desa (Kades) di Desa Basilam Baru, Kecamatan Angkola Muaratais, mengapresiasi adanya program koperasi usaha rakyat (KUR) pada sektor pertanian yang sedang digalakkan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Dolly Pasaribu, S.Pt., M.M., bersama Kepala Dinas Pertanian, Bismark Martua Siregar, bekerjasama dengan Bank BNI.

“Sebab, kendala utama para petani saat ini adalah masalah permodalan. Jadi, dengan adanya KUR Tani ini, ibarat angin segarlah bagi para petani dalam meningkatkan hasil panennya,” kata Kades Basilam Baru, Rizky, saat ditemui awak media seusai memanen bawang, Selasa (14/9/2021)

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Rizky menuturkan, apalagi jika dilihat dari luas lahan pertanian produktif di Desa Basilam Baru yang kurang lebih ada 30 Hektar, maka bisa dikatakan, sektor tani sangat potensial. Di Desa Basilam Baru sendiri, kata Rizky, 95 persen atau 130 lebih kepala keluarga (KK) berprofesi jadi petani. Dan, ada 4 kelompok tani yakni, Sejahtera, Berkah, Lestari, dan Damero.

“Artinya, hampir bisa dikatakan, tak ada pengangguran di Desa Basilam Baru, sebab lapangan pekerjaan dari bertani begitu luas. Untuk sektor pertanian di Desa Basilam Baru terbagi jadi dua macam seperti petani Ketahanan Pangan berupa padi dan Holtikultura seperti, cabai, tomat, bawang, semangka, timun, dan lainnya,” jelasnya.

Di sektor pertanian padi, dalam satu musim, petani di Desa Basilam baru bisa menghasilkan lebih kurang 5,5 Ton gabah per Hektare. Dari segi penghasilan, petani holtikultura lebih menjanjikan hasilnya. Namun, untuk memulai suatu pertanian di bidang holtikultura, memerlukan modal yang cukup besar. Maka, dengan hadirnya KUR Tani, diharapkan menjadi solusi atas persoalan modal tersebut.

“Kalau untuk lahan produktif, Desa Basilam Baru sangat potensial. Sedangkan untuk menciptakan SDM petani yang unggul kita telah membuat forum, baik melalui grup WhatsApp ataupun pertemuan langsung di Kantor Desa dengan dihadiri penyuluh pertanian lapangan (PPL),” urainya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Sejahtera, Jamalullah. Dia mengaku sangat senang dengan hadirnya KUR Tani. Namun demikian, dirinya meminta kepada Bupati maupun Dinas Pertanian Tapsel agar kiranya memberikan kelonggaran ke petani yang ingin mengikuti progam KUR Tani, namun masih memiliki pinjaman di Bank.

“Karena, sebelum hadirnya KUR Tani, banyak petani kita yang perlu modal meminjam ke Bank. Mohon kepada Bapak Bupati Tapsel dan Kepala Dinas Pertanian agar bisa juga membantu petani kita yang masih ada pinjaman di Bank untuk bisa ikut program KUR Tani,” sebutnya.

Ditanya tentang kendala, Jamalullah akui jika saat ini di lapangan masih belum ada mesin pembuat gundukan/bedengan bagi petani holtikultura serta rumah pembibitan. Sedangkan untuk kendala hama seperti tikus yang baru-baru ini banyak muncul sudah dapat diatasi oleh Desa, PPL, Babinsa, Babinkamtibmas, dan petani itu sendiri.

“Karena tikus itu muncul saat musim kawin. Makanya, banyak petani yang ingin menanam holtikultura, karena keuntungannya tikus tidak suka cabai atau bawang. Untuk kendala alam, saat ini di sektor petani padi memang alami penurunan karena musim hujan. Sebab, kilang padi di sini belum menerima gabah yang basah sehingga harganya cenderung anjlok,” tuturnya.

Jamalullah berharap, kiranya Bupati Tapsel maupun Dinas Pertanian dapat perhatikan potensi alam maupun SDM petani di Desa Basilam Baru yang menurutnya sangat potensial. Apalagi, sudah terkenal bahwa sekitaran kawasan Angkola Muaratais merupakan lumbung padi di Tapsel.

“Jika berkenan, saat panen, kami ingin Bapak Bupati hadir ke Desa Basilam Baru, untuk bersilaturahmi sekaligus menampung langsung aspirasi dari petani. Kami berharap, kiranya Bapak Bupati diberi kemudahan memimpin Tapsel sehingga bisa membawa kesejahteraan khususnya bagi petani,” tutupnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait