MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Puncak kemeriahan HUT Bank Sumsel Babel (BSB) ke 69 Tahun digelar di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Palembang, Jumat (6/11/2026) sangat terkesan. Bank pemerintah ini kian hari menunjukkan kemajuan yang pesat, Terbukti sukses menduduki posisi ketujuh dari sisi aset, Jumat (6/11/2026).
“BSB menduduki posisi ketujuh dari 10 besar bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia, tapi itu dari sisi aset. Sementara, kalau dari sisi biaya dana, BSB berada di angka 2,68% atau berada di posisi kedua diantara seluruh BPD di Indonesia,” papar Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Muhamad Suryadi saat memberikan sambutan.
Dikatakan Suryadi, sejumlah prestasi berhasil diraih Bank Sumsel Babel, salah satunya perkembangan dana pihak ketiga (DPK) yang terus tumbuh dari Rp25,1 triliun pada 2021 menjadi Rp31 triliun pada tahun ini.
“Demikian juga pada periode yang sama, kredit meningkat dari Rp18,9 triliun menjadi Rp26,3 triliun. Modal juga mengalami peningkatan dari Rp4 triliun menjadi Rp5,1 triliun. Pertumbuhan itu masih berada di rata-rata industri pertumbuhan perbankan di Provinsi Sumatra Selatan,” jelas Suryadi.
Lebih lanjut, Suyadi juga menjabarkan net interest margin (NIM) pada Juni 2026 sebesar 6%, return on asset (ROA) berada jauh di atas sejumlah BPD lain, yakni 1,9%, dan non-performing loan (NPL) masih terjaga di level 2,8%.
“Angka ini perlu saya sampaikan, karena artinya kita memiliki fondasi yang kuat untuk maju ke depan,” tandasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank Sumsel Babel Edward Candra menjelaskan usia 69 tahun BSB menjadi simbol kematangan.
“BSB bukan lagi berada pada tahap mencari jati diri, melainkan sudah memasuki usia pembuktian kualitas. Harapan kami, tentu Bank Sumsel Babel semakin maju, tumbuh dan berkembang sesuai dengan tema melaju bersama, tumbuh sehat berkelanjutan,” pungkasnya.














