MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pengembangan produk turunan kelapa sawit oleh Pondok Pesantren melalui UKMK berbasis sawit di wilayah Sumatera Selatan, merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS FEB UI).
Program Pengembangan Santripreneur melalui UKMK Berbasis Sawit ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekebun sawit rakyat dari pondok pesantren melalui pengembangan UKMK berbasis sawit.
“Pada tahun ini, program berfokus pada upaya untuk mewujudkan mindset Go Global bagi para santripreneur dan fokus pada satu wilayah yaitu Provinsi Sumatera Selatan sehingga dapat dipantau lebih intensif dan menjadi percontohan bagi daerah lain nantinya,” kata Nur Kholis, Wakil Kepala PEBS FEB UI didampingi Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kemitraan UKMK BPDPKS.
Ia menjelaskan kegiatan Pengembangan Potensi Santripreneur ini dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap perkebunan kelapa sawit sebagai produk yang mempunyai nilai strategis, khususnya bagi masyarakat di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat dibawa ke level pasar global.
Diakuinya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan citra nilai produk kelapa sawit, informasi pasar, memperluas pasar, meningkatkan investasi, dan/atau menumbuhkembangkan pusat pemasaran komoditas perkebunan khususnya di level global.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan perkebunan kelapa sawit di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemitraan antara UKMK bidang kelapa sawit dengan berbagai pihak, baik di hulu maupun di hilir kelapa sawit. Dengan potensi lahan yang dimiliki oleh lingkungan pondok pesantren yang berbasis sawit, diharapkan dapat terjadi konsolidasi data lahan sawit,” jelasnya.
Kegiatan ini juga bermanfaat dalam membantu percepatan realisasi pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dilaksanakan oleh BPDPKS. Secara kelembagaan, masyarakat di lingkungan pondok pesantren dapat membentuk UKMK berbasis sawit dan mengembangkan produk turunan kelapa sawit, sesuai potensi dan peluang yang ada di daerah sekitarnya.
“Kami berharap penuh agar UKMK berbasis sawit yang dikembangkan oleh pondok pesantren dapat dihubungkan dengan akses pasar yang lebih luas khususnya stakeholders di level global. Selain itu, diperlukan juga kegiatan eksposur di level internasional seperti pameran di luar negeri. Diperlukan pendampingan khusus oleh pihak yang berkompeten agar UKMK pondok pesantren berbasis kelapa sawit tersebut dapat berjalan dengan baik. Untuk mewujudkan misi go global, diperlukan juga komitmen dan pengembangan SDM dari masing–masing pondok pesantren,” pungkasnya.














