Kenaikan NJOP, Bapenda dan AKD Tulungagung Sepakati Hal ini

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, TULUNG AGUNG – Setelah sebelumnya sempat di protes, akhirnya Assosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tulungagung sepakat dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat terkait kenaikan 25 % Nilai Jual Objek Pajak (NJOP,) Pajak Bumi Bangunan (PBB) sektor Perdesaan Perkotaan (P2) dengan catatan tertentu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua AKD Kabupaten Tulungagung melalui Sekretaris AKD, Nanang Setiawan pada saat menjadi narasumber dalam acara Ngaji Ngopi dengan tema ‘Simalakama Kenaikan Harga Tanah di Bhara Cafe Kelurahan Kepatihan Kabupaten Tulungagung’, Kamis (08/04/2021) Malam.

“Jadi begini, karena memang awal terjadinya kenaikan NJOP PBB-P2 ini sempat diprotes para Kades, namun demikian, setelah adanya polemik tersebut akhirnya sore tadi AKD datang ke kantor Bapenda mencari solusi terbaik terkait masalah tersebut, dan akhirnya terjadi deal kesepakatan dengan catatan,” imbuhnya.

Menurut pria yang juga selaku Kades Tawing Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung ini menambahkan adanya deal kesepakatan bahwa AKD menyetujui kenaikan 25% NJOP PBB-P2.

“Sudah deal kok AKD dengan Bapenda sore tadi, pihaknya menyambangi kekantor tersebut tapi dengan catatan,” tambahnya.

“Adapun catatan tersebut pihak AKD akan segera mengajukan kesepakatan dengan dibuat perjanjian ke Bapenda dan Bupati Tulungagung,” sambungnya.

Lebih lanjut Kades Tawing ini menjelaskan adanya kesepakatan AKD dengan pihak Bapenda membawa kabar baik bagi masyarakat (wajib pajak red.).

“Dengan demikian nanti segera para Kades tentunya se-kabupaten Tulungagung akan segera membagikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Tulungagung, Endah Inawati melalui Kepala bidang Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, Dwi Teguh Prasetya bahwa kedatangan AKD ke kantornya terkait pembicaraan adanya kenaikan NJOP PBB-P2

“Pihak AKD datang ke Bapenda sore tadi guna mencari solusi terbaik adanya kenaikan 25% NJOP PBB-P2,” ujar Dwi yang juga menjadi narasumber Ngaji Ngopi di Bhara Cafe.

“Pada intinya dari pertemuan sore tadi dengan pihak AKD sudah ada deal kesepakatan kenaikan 25% NJOP PBB-P2,” imbuhnya.

Dwi menambahkan terkait adanya kenaikan NJOP PBB-P2 sebenarnya ada beberapa pertimbangan yang telah dilakukan pengkajian lebih dalam.

“Adapun yang dimaksud diantaranya seperti melihat potensi belum diketahui, adanya Program Strategis Nasional (PSN) serta keinginan menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditengah masa pandemi ini,” tambahnya.

Menurut Dwi, setelah adanya kesepakatan dengan pihak AKD terkait kenaikan NJOP PBB-P2 ini akan segera disampaikan kepada Bupati Tulungagung.

“Pada intinya, polemik selama ini adanya kenaikan NJOP PBB-P2 sempat diprotes AKD, akhirnya berakhir sudah dengan adanya nota kesepakatan dan selanjutnya AKD akan membagikan SPPT PBB-P2,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Hari Prastija sangat mengapresiasi AKD dengan pertemuan dengan Bapenda Tulungagung sudah membuahkan hasil kesepakatan dan menerima kenaikan 25% NJOP PBB-P2.

“Alhamdulilah, tadi telah terjadi kesepakatan AKD dengan Bapenda yang mana sebagian masyarakat sudah menunggu akan segera dibagikan SPPT PBB-P2,” papar Yoyok lebih akrab disapa ini saat menjadi Nara sumber Ngaji Ngopi tema Simalakama Kenaikan harga tanah di Bhara Cafe.

“Sinergitas didalam menjalankan pemerintahan baik Pemerintah daerah, Pemerintah desa, masyarakat dapat berjalan secara bersinergi sehingga membuat Tulungagung semakin Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto,” tukasnya.

Pantauan Mattanews.co, acara Ngaji Ngopi dimulai sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB, denga  dihadiri tiga narasumber diantaranya pihak Bapenda, AKD Tulungagung serta Camat Kedungwaru serta elemen mahasiswa, Masyarakat Kritis Tulungagung dan dan undangan lainnya dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan yang ketat.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait