MATTANEWS.CO, CIAMIS – Kabupaten Ciamis mencatat perkembangan positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Ciamis mengalami penurunan dari 7,39 persen pada tahun 2024 menjadi 7,19 persen pada tahun 2025/2026, Selasa (02/06/2026)
Penurunan tersebut juga diikuti berkurangnya jumlah penduduk miskin dari sekitar 90.790 jiwa menjadi 88.720 jiwa. Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta hasil dari berbagai program pembangunan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, S.P., M.E., mengatakan, tren penurunan angka kemiskinan menjadi sinyal positif bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, penguatan perlindungan sosial, dan berbagai program pemberdayaan menjadi faktor yang turut mendorong perbaikan tersebut.
“Penurunan angka kemiskinan dari 7,39 persen menjadi 7,19 persen merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun demikian, masih terdapat puluhan ribu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi sehingga memerlukan perhatian dan intervensi yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Luqman saat memberikan keterangan terkait kondisi sosial ekonomi Kabupaten Ciamis.
Ia menjelaskan, pengukuran kesejahteraan masyarakat tidak hanya dilihat dari angka kemiskinan semata. Berbagai indikator lain seperti akses terhadap pendidikan, kesehatan, kebutuhan dasar, serta ketahanan pangan juga menjadi faktor penting dalam menilai kualitas hidup masyarakat.
Menurut Ahmad Luqman, persoalan ketahanan pangan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data yang tersedia, sekitar 21 persen masyarakat masih menghadapi kendala dalam akses maupun kecukupan pangan.
“Ketahanan pangan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Ketika akses terhadap pangan yang bergizi, aman, dan terjangkau dapat terpenuhi, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sistem ketahanan pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Luqman menuturkan bahwa keberhasilan menurunkan angka kemiskinan harus diiringi dengan upaya memperkuat sektor-sektor produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan program perlindungan sosial juga menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan di masa mendatang.
BPS Kabupaten Ciamis berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga pembangunan yang dilakukan tidak hanya mampu menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
“Tujuan akhirnya bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan masyarakat memiliki kualitas hidup yang lebih baik, lebih produktif dan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun pangan,” pungkas Ahmad Luqman.















