MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 1.179 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tulungagung resmi dilepas menuju Tanah Suci dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan sarat doa.
Di tengah lautan seragam batik haji khas Indonesia, sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh ketenangan. Momen tersebut bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan juga menjadi simbol harapan besar masyarakat Tulungagung untuk keberkahan daerah.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Kepala Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Suad Bagiyo, S.H., didampingi sang istri, Suad mengikuti doa bersama dan pembekalan jemaah dengan wajah penuh syukur.
Saat ditemui usai acara pelepasan, Suad mengungkapkan rasa bahagianya karena akhirnya mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima bersama keluarga.
“Alhamdulillah, tahun ini saya bersama istri diberikan kesempatan dan panggilan untuk menunaikan ibadah haji. Tentu ini adalah momen yang sangat kami nantikan,” ujar Suad.
Menurutnya, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya ibadah personal semata, tetapi juga amanah spiritual yang membawa harapan masyarakat desa dan daerah yang dipimpinnya.
Ia bahkan mengaku telah menyiapkan doa-doa khusus untuk Kabupaten Tulungagung ketika berada di lokasi-lokasi mustajab di Makkah dan Madinah.
“Insya Allah, di tempat-tempat mustajab nanti, saya secara khusus ingin mendoakan Kabupaten Tulungagung agar senantiasa kondusif, makmur, dan dijauhkan dari segala musibah. Saya juga mendoakan para pemimpin kita, mulai dari Bapak Bupati hingga jajaran pejabat pemda, agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan amanah dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sontak mendapat perhatian sejumlah jemaah dan tamu undangan. Di tengah dinamika pemerintahan dan tantangan pembangunan daerah, doa dari Tanah Suci dinilai memiliki makna moral dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Tulungagung.
Selain Suad Bagiyo beserta istri, sejumlah tokoh desa lainnya juga tampak tergabung dalam rombongan jemaah haji tahun ini. Di antaranya Kepala Desa Wonokromo, Agis Faizin bersama istri, serta Ketua TP PKK Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru.
Pelepasan CJH Tulungagung 2026 ini menjadi tahap akhir dari rangkaian persiapan panjang sebelum para jamaah diberangkatkan menuju asrama haji dan selanjutnya terbang ke Arab Saudi.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung memastikan seluruh kebutuhan jamaah telah dipersiapkan secara maksimal. Mulai dari transportasi, pendampingan kesehatan, hingga pengawalan keberangkatan dipastikan berjalan optimal demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh calon jamaah.
Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., secara langsung melepas keberangkatan jamaah haji dalam acara tersebut.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tulungagung, total jamaah asal Tulungagung yang berangkat tahun ini mencapai 1.179 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.161 jamaah reguler, 12 petugas kloter, 1 pembimbing KBIHU, serta 5 Pendamping Haji Daerah (PHD).
Keberangkatan para kepala desa dan tokoh masyarakat ini pun menjadi gambaran bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga membawa titipan doa dan harapan besar untuk kemajuan Tulungagung ke depan. Di tengah lantunan talbiyah dan doa yang mengiringi keberangkatan, masyarakat berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.














