BERITA TERKINI

Kepala Distrik Tomage Ingin Generasi Milenial Jadi Petani Muda

×

Kepala Distrik Tomage Ingin Generasi Milenial Jadi Petani Muda

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, Sekda Ali Baham Temongmere,Kadis Pertanian dan Pangan serta kepala Distrik Tomage panen Padi di Kampung Mbima Jaya, Distrik tomage.

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Sukses memanen padi di Kampung Mbima Jaya, SP I Distrik Tomage beberapa minggu lalu oleh Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan Sekda Ali Baham Temongmere, Kadis Pertanian Mohamad Soleh bersama Kepala Distrik Tomage Saoda Kasriani, menaruh harapan besar generasi milenial jadi petani muda di Tomage.

Kepala Distrik Tomage Saoda Kasriani S.STP mengungkapkan, saat ini petani di Distrik Tomage berkembang dengan hasil yang ada di tahun ini, tidak terlepas dari pendampingan Pemerintah Daerah melalui Dinas pertanian kabupaten Fakfak. Sehingga, PPL yang ditugaskan di lapangan  terus menerus bersama petani, untuk berusaha menghasilkan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Dalam perjalanan pengembangan sawah tentunya masih ada hal yag perlu untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah, selain infrastruktur berupa jalan menuju sawah, saluran air, peralatan penunjnag lainnya, juga diperlukan pagar keliling, karna sering padi dimakan oleh hewan berkaki empat,” ujar Kepala Distrik Tomage, Selasa (21/12/2021).

Saoda Kasriani menyatakan, terlepas dari adanya harapan untuk bantuan pemerintah Daerah, hal yang paling terpenting juga adalah bagaimana, agar regenerasi milenial  menjadi petani muda di Distrik Tomage sebagai penerus.

Kepala Distrik Tomage Saoda Kasriani S.STP melakukan proses pemisahan padi dari batang padi.

“Saat ini petani yang ada adalah orang tua, sehinga sangat dibutuhkan adanya pelatihan untuk petani agar lebih mampu untuk melanjutkan serta dapat meningkatkan hasil panen,” harap kepala Distrik Tomage Saoda Kasriani.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Warigiman salah satu ketua kelompok tani untuk memajukan para petani di Distrik tomage

Kata Dia, Upaya dalam peningkatan kapasitas manusianya terutama penyuluh agar mampu memberi metode atau cara yang benar ke petani agar dapat memahami terlebih dulu sebelum eksen.

Dirinya mencontohkan, kalau sarana atau prasarana diberikan kepada masyarakat, namun manusianya belum dibangun mainset bertani yang benar, tentunya akan menjadi hambatan.

“Untuk itu perlu adanya penyuluhan sehingga kepada regenerasi milenial jadi petani mudah yang berkualialitas dan berhasil,” tandasnya.