MATTANEWS.CO,FAKFAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak melaksanakan promosi dan sosialisasi program ketahanan dan kesejahteraan keluarga bagi mitra kerja di Kampung Patukar, Distrik Kayauni, Jumat (7/6/2024)
Kepala DP3AP2KB Fakfak Dzulchaidah Bauw S.Sos, M.Si, selaku narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, pemerintah saat ini dihadapkan pada masalah kemiskinan ekstrim yang dapat mengakibatkan kondisi kesehatan anak-anak menjadi terganggu.
“Gangguan pertumbuhan anak inilah yang kita kenal sekarang dengan istilah Stunting,” ujarnya.
Zulchaidah Bauw kemudian menjelaskan, berdasarkan permasalahan yang dihadapkan pemerintah saat ini, sehingga melalui DP3AP2KB Fakfak untuk terus melakukan penguatan fungsi keluarga lewat kegiatan promosi dan sosialisasi ketahanan dan kesejahteraan keluarga
sejak tahun 2023 dan dilanjutkan pada tahun 2024 guna mendukung pemerintah dalam menurunkan angka Stunting.
“Kegiatan ini di prioritaskan pada Kampung yang menjadi fokus penanganan Stunting,” ujar Zulchaidah Bauw.
“Sasaran sosialisasi ini ditujukan kepada keluarga yang memiliki anak bayi, balita, remaja dan lansia,” tambah Kadis yang dikenal baik ini.
Di tahun 2024 ini kegiatan ini berlangsung pada 6 Distrik, yakni Distrik Fakfak Barat, Kampung Kiat, Distrik Fakfak Timur, Kampung Saharey, Dsitrik Kayauni, Kampung Patukar dan Kwagas, Distrik Kokas, Kampung Pangwadar, Distrik Fakfak Timur Tengah, Kampung Kotam, Wayati dan Wayati Timur dan Distrik Teluk Patipi, Kampung Patipi Nusa.
Dzulchaidah juga menjelaskan bahwa, maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan advokasi, edukasi dan sekaligus penguatan kepada keluarga dalam menghadapi dan mengelola masalah dalam situasi yang rumit agar fungsi keluarga tetap berjalan dengan harmonis sehingga tercapai kesejahteraan lahir dan bathin bagi semua anggota keluarga.
“Kegiatan ini juga bertujuan, agar setiap individu yang ada dalam keluarga berada dalam kondisi sejahtera secara fisik maupun mental, sehingga dapat hidup secara normal di tengah masyarakat,” terangnya.
Adapun indikatornya adalah, Keluarga ikut program KB, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan (puskesmas/rumah sakit), bayi mendapatkan imunisasi lengkap, bayi diberikan ASI ekslusif, bayi dan ibu hamil mendapatkan pemantauan tumbuh kembang melalui kegiatan di Posyandu mulai dari bayi lahir sampai usia 5 tahun, anggota keluarga tidak ada yg merokok, keluarga memiliki akses air bersih serta juga memiliki jamban yg sehat.
“Jika semua indikator itu dapat kita penuhi maka masalah Stunting dapat kita atasi bersama-sama,” tutupnya
Hadir dalam membuka kegiatan tersebut adalah Kepala Distrik Kayauni, kemudian hadir juga Kepala Kampung Patukar dan Kwagas serta undangan lainnya.














