BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Kepala PLBN Badau: Festival Budaya 2026 Bukti PLBN Bukan Sekadar Tempat Cap Paspor

×

Kepala PLBN Badau: Festival Budaya 2026 Bukti PLBN Bukan Sekadar Tempat Cap Paspor

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Wendelinus Fanu, menegaskan bahwa Festival Budaya Perbatasan 2026 yang sukses digelar di kawasan PLBN Badau pada 19-21 September 2026 adalah momentum untuk mengubah wajah PLBN.

Menurutnya, PLBN tidak boleh hanya dipandang sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang. PLBN harus menjadi etalase budaya dan ekonomi masyarakat perbatasan.

“PLBN tidak hanya menjadi pintu lintas batas negara, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya, potensi masyarakat, serta berbagai produk lokal kepada masyarakat yang datang dan melintas di kawasan perbatasan,” ujar Wendelinus Fanu kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Wendelinus sampaikan Festival Budaya Perbatasan 2026 yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan RI, Undur, S.S.

Festival yang digelar di Pasar Wisata PLBN Badau tersebut berlangsung selama tiga hari dan menampilkan kekayaan seni dan budaya masyarakat perbatasan, mulai dari pertunjukan seni budaya, permainan tradisional, kuliner, hingga workshop kebudayaan.

Wendelinus menjelaskan, pemilihan PLBN Badau sebagai lokasi festival bukanlah kebetulan. Posisi PLBN yang berada di garis depan berbatasan langsung dengan Lubok Antu, Malaysia, menjadikannya tempat yang paling strategis untuk promosi.

“Setiap hari, ratusan orang melintas di sini. Ada warga kita, ada warga Malaysia. Kalau kita hanya menyuguhkan pemeriksaan paspor, mereka akan lewat begitu saja. Tapi kalau kita suguhkan tenun Iban, tarian adat, dan kuliner kita, mereka akan berhenti, melihat, dan membeli,” kata Wendelinus.

Ia berharap, festival tersebut dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku budaya di Kecamatan Badau dan sekitarnya untuk menampilkan serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Ini mendorong UMKM kita untuk naik kelas dan budaya kita semakin dikenal luas,” tambahnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan festival ini, Wendelinus menilai peran PLBN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kebudayaan di perbatasan semakin kuat.

“Ini adalah bukti bahwa perbatasan bisa maju melalui budaya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra