BERITA TERKINI

Keren, Warga Bogor Sulap Ember Bekas Cat Jadi Alat Cuci Tangan Menarik

×

Keren, Warga Bogor Sulap Ember Bekas Cat Jadi Alat Cuci Tangan Menarik

Sebarkan artikel ini
Fahrudin sedang menyelesaikan tempat cuci tangan dari bahan limbah ember. Foto : Bambang/Mattanews.co

Reporter: Bambang (CR)

MATTANEWS.CO, BOGOR –  Di tengah masa pandemi berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mengisi waktu, mulai dari bercocok tanam, hingga membuat kerajinan yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Seperti yang di lakukan Fahrudin Ardiansyah (49) warga Kampung Gambar, atau tepatnya Kampung Padabeunghar RT 04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor ini patut diapresiasi.

Pasalnya, mantan karyawan salah satu perusahaan desain grafis ini, berinovasi dengan memanfaatkan limbah ember cat menjadi tempat cuci tangan.

Uniknya, ember cat tersebut ia lukis sedemikian rupa dengan berbagai tema gambar.

Mulai dari ikon Kota Bogor, binatang, hingga yang terkait dengan pandemi Covid-19 yang kini tengah merebak.

Menurut Fahrudin, ide itu bermula saat dirinya melihat beberapa tumpukan limbah cat. Saat itu juga, Fahrudin berinisiatif untuk membuat tempat cuci tangan, lantaran saat ini Covid-19 semakin masif penyebarannya.

Berbekal keterampilannya sebagai desain grafis di sejumlah perusahaan di Bogor, sang pelukis menyapukan kuasnya di atas ember cat yang sebelumnya telah dibersihkan.

“Alat cuci tangan ini sekaligus juga buat pemasukan pengurus di sini, dan untuk perkembangan kampung gambar ini juga,”
ungkap Fahrudin di lokasi workshopnya, Minggu (17/1/2021).

Untuk proses pembuatan, dalam satu hari Fahrudin mampu menyelesaikan dua hingga tiga lukisan dengan tema berbeda.

“Yang paling lama kan proses pembersihan medianya itu sendiri,” terangnya.

Selain gambar yang ditentukan sendiri, Fahrudin juga mengaku bisa menerima pesanan dengan tema sesuai permintaan. Namun hal itu, kata Fahrudin tentunya harganya berbeda sesuai dengan kerumitan gambar atau desainnya.

Meski bisnis tersebut baru berjalan tiga bulan lalu, kini dirinya mulai kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung hasil karyanya telah merambah wilayah Jabodetabek.

“Untuk pemasarannya, melalui media sosial atau dari mulut ke mulut. Harga dari 75 ribu hingga 350 ribu per ember,” tutupnya.

Ia menambahkan, dengan banyaknya pesanan saat ini, Fahrudin mengaku tengah kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.

“Untuk kesulitan tidak begitu banyak, hanya kadang terkendala bahan baku saja,” tutupnya.