Reporter : Nopri
BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bangka Barat Imam Suhada,
menyoroti persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang akan digelar serentak di Indonesia.
Imam Suhada yang juga pengurus Pondok Pesantren Ta’limul Muta’allim Desa Air Kuang ini mengatakan, siapa pun dan agama apa pun, bisa mengikuti ajang Pilkada.
Menurutnya, adalah hak setiap warga negara untuk mengikuti pemilihan kepala daerah tersebut.
“Siapa pun, dengan latar belakang agama apa pun, itu tidak usah dipermasalahkan. Karena itu adalah hak setiap warga negara,” ujar Imam, Rabu (17/6/2020).
Imam berharap, jika nanti dalam Pilkada di Bangka Barat ada calon dengan latar belakang agama yang berbeda. Agar tidak menjadi sebuah isu yang bisa menimbulkan perpecahan.
“Kita harus menghormati sebuah perbedaan, kita suka silahkan, tidak suka ya silahkan. Jangan lantas sebuah perbedaan dijadikan sebuah alat untuk melakukan provokasi. Sehingga nantinya bisa menimbulkan perpecahan diantara kita, tetap persatuan harus kita utamakan,” ujarnya.
Imam berpandangan, jika isu- isu terkait dengan Suku, Ras dan Agama (SARA) tidak akan laku untuk digunakan.
Karena menurutnya, saat ini masyarakat sudah pintar untuk menilai.
Dia menuturkan, NU tidak melakukan politik praktis, tapi politik sosial kemasyarakatan, politik kebangsaan dan itu yang akan tetap dia jaga.
“Terkait Pilkada Bangka Barat nanti, siapa pun yang terpilih nantinya, maka dialah pemimpin kita. Tetap utamakan persatuan dan kesatuan, beda pilihan apa lagi dalam politik itu adalah sebuah hal yang biasa,” katanya.
Imam juga berharap agar hiruk pikuk Pilkada nanti, tidak lantas membuat semua orang lupa dengan situasi Pandemi Covid-19.
“Saya tegaskan, bahwa berbeda pilihan itu sebuah hal yang biasa. Tapi jangan sampai perbedaan tersebut, membuat kita menjadi terpecah belah, persatuan dan kesatuan itu adalah hal yang utama yang harus kita jaga,” ucapnya.
Editor : Nefri














