MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Anak muda masa kini mungkin masih asing dengan sebutan nama Ki Lengser. Ya, Ki Lengser adalah salah satu budaya kesenian masyarakat Sunda yang hingga kini masih dilestarikan oleh kalangan pegiat seni yang ada di Kabupaten Purwakarta
Sosok Ki Lengser biasanya kerap muncul dalam acara sakral pernikahan. Bahkan sosok itu dapat menarik perhatian para tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.
Suryadi salah satu pegiat seni di Kabupaten Purwakarta yang hingga kini masih aktif dalam melestarikan budaya seni sunda itu. Dirinya telah menggeluti peran Ki Lengser sudah tujuh tahun lamanya semenjak tahun 2017.
Kata dia, dirinya kerap mendapatkan panggilan dari sejumlah Event Organizer atupun pemangku hajat langsung. Bahkan undangan dia terima juga untuk tampil di depan sejumlah pejabat daerah bahkan publik figur di kalangan artis ibukota.
“Alhamdulillah, selain menjaga kelestarian budaya sunda tidak hilang. Melalui lengser rezeki selalu ada,” ucapnya, Selasa (06/12/2022).
Suryadi yang kerap di sapa Abeh Hyung menjelaskan dalam setiap upacara adat sunda biasanya dilakukan acara penyambutan pengantin atau bisa disebut mapag panganten (menyambut pengantin).
Pada momen inilah Ki Lengser jadi tokoh sentral utama untuk menyambut rombongan besan dari pengantin pria. Karena, pada umumnya pengantin pria lah yang mendatangi wanita dalam sebuah upacara pernikahan.
“Tapi pada prosesi itu Ki Lengser tidak sendirian, terkadang ia dibantu Si Nini dan barisan penari pria dan wanita,” jelas Abeh.
Kata Abeh, saat ini dirinya tergabung dengan Komunitas Lengser Ambu (KLA) Purwakarta. Dimana KLA ini berdiri pada tahun 2020 diketuai oleh Haji Aep Sudita. Hingga saat ini KLA beranggotakan 37 orang, menjadi wadah para pegiat seni khusus di bidang seni lengser yang ada di Kabupaten Purwakarta.
“Kami berkomitmen dalam menjaga dan menjunjung seni budaya lokal, agar budaya ini tidak punah termakan oleh waktu. Dan tentunya kamipun membutuhkan dorongan dari pemerintah daerah sehingga budaya sunda ini dapat disosialisasikan dan dilestarikan kepada para penerus yang tentunya anak muda,” pungkas Abeh.














