Kisah Candra Kirana Berkeinginan Menjadi Muallaf dan Langsung Sunat

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Chandra Kirana (33) pria kelahiran Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) telah lama berkiinginan untuk memeluk Agama Islam. Berawal dari adik kandungnya yang terlebih dahulu memeluk Agama Islam, Candra terus dibayang-bayangi untuk menjadi seorang muallaf.

Setelah sekian lama mencari dan mempelajari tentang Agama Islam, akhirnya ia diantar ayah tiri nya yang tinggal di Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), untuk mengantarkannya ke Masjid Nurul Huda depan Universitas Tridinanti Palembang guna mengucapkan dua kalimat syahadat pada, Sabtu (03/04/2021)

Candra yang dibimbing oleh Ifan Fahriansyah selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pengurus Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) Kota Palembang dan pengurus Masjid Nurul Huda, dalam mengucapkan dua kalimat syahadat mengatakan, tidak ada paksaan dari siapapun bagi dirinya untuk menjadi seorang muallaf. Justru ia berterima kasih karena banyak orang yang siap membimbingnya dalam menjalankan Agama Islam.

“Alhamdulillah, akhirnya saya menjadi seorang muslim. Lega hati saya karena ini merupakan keinginan saya dari dulu, sekarang adem sekali hati saya,” kata Candra ke Mattanews.co.

Dalam lanjutannya, Candra mengatakan, selanjutnya ia akan belajar sholat, puasa serta ajara-ajaran Agama Islam lainnya. Ia juga berencana, kedepannya akan meminang seorang wanita muslimah.

Candra berharap, kedepannya ia bisa di beri umur yang panjang, supaya dirinya untuk pertama kalinya, bisa ikut dalam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramdhan, yang akan dimulai beberapa hari lagi.

Setelah mengucap dua kalimat syahadat, Candra juga langsung melaksanakan kewajiban untuk di khitan atau sunat di Masjid Nurul Huda. Ia juga diberi bingkisan berupa keperluan ibadah dari YBM PLN UIW SW2JB.

“Mulai sekarang saya akan menjadi muslim yang taat menjalankan perintah agama,” tutup Candra.

Ayah tiri Candra, Muhammad Hairuludin menjelaskan bahwa awalnya Candra tinggal di Kota Medan, sedangkan adik kandungnya yang sudah berkeluarga tinggal di Kota Palembang. Bermula saat berkomunikasi via medsos dengan adiknya Candra, ia mengetahui bahwa Candra tinggal sendirian di Kota Medan.

Tambah Hairul mengatakan, setelah mengetahui Candra tinggal sendirian di Kota Medan, akhirnya ia mengajak Candra untuk tinggal di kediamannya. Saat tinggal di kediamannya, ia terharu ketika Candra mengatakan bahwa ia ingin menjadi seorang Muslim.

“Keinginannnya ingin memeluk Agama Islam sudah dari beberapa tahun yang lalu, namun Alhamdulillah hari ini terlaksana,” ucap Hairul.

Sementara itu, Ifan Fahriansyah mengutarakan, ia merasakan terharu dan bahagia ketika Candra datang ke Masjid Nurul Huda untuk menjadi seorang muslim. Dirinya juga akan terus membimbing Candra untuk menjadi Muslim yang patuh terhadap Agama Islam.

Ifan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Badan Komunikasi Pengurus Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palembang mengatakan, dirinya sudah beberapa kali membimbing muallaf untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Ini semua hidayah dari Allah SWT. Tugas kita sebagai Muslim adalah membimbing mualaf untuk menjadi muslim yang semestinya,” tutur Ifan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait