BERITA TERKINI

Kisah Zaskia Siswi Berprestasi, Tidak Punya Ponsel

×

Kisah Zaskia Siswi Berprestasi, Tidak Punya Ponsel

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR – Kesulitan ekonomi tanpa beragam fasilitas tidak jadi halangan seorang siswi MTS Guppi Mekatta bernama Zaskia mampu berpretasi.

Meskipun saat Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Matematika pelajar se-Sulawesi Barat 2021 tidak mempunyai ponsel. Namun Zaskia mampu meraih Juara Harapan 1 membuat nama sekolah harum.

Ketika ditelusuri ternyata hidup Zaskia tidak senyaman anak-anak seumurannya. Anak ketiga dari empat saudara pasangan Bapak Haruna dan Ibu Kasmiati sejak kecil terpaksa harus tinggal bersama neneknya. Kondisi itu karena orangnya tidak memiliki ekonomi yang cukup.

Keseharian dia pun harus bekerja membantu Haramia (neneknya) mencari daun sagu dibuat atap untuk di jual. Lalu menanam sayuran di belakang rumah untuk dijadikan menu makanan.

Saat dibincangi Mattanewsco, Zaskia menuturkan setiap dia sekolah terkadang tidak pernah membawa uang jajan. Padahal untuk ke sekolah dia harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer.

“Biasanya tidak pernah bawa uang jajan. Kalau bawa paling hanya 2 ribu,”katanya Minggu, (29/8/2021).

Dia juga bercerita di masa pandemi setiap bersekolah dengan sistem dalam jaringan (daring) membuatnya kesulitan. Faktornya bukan soal kuota internet, tapi ponselnya saja dia tidak punya.

Nah saat lomba sains matematika itu, dia mengalami kesulitan karena tidak memiliki ponsel. Dia akhirnya dibantu guru untuk mempermudahnya mengikuti kompetisi mewakili sekolahnya tersebut.

“Dimasa Pandemi ini pak, saya betul-betul terbatas belajar, karena belum punya ponsel untuk dipakai belajar online. Apalagi saat ini saya ikut lomba, jadi kurang maksimal,”kata gadis kelahiran 14 Februari 2007 ini.

Dia mengaku senang bisa menjadi juara. Dari situlah, dia bersemangat kelak bisa menggapai cita-cita menjadi seorang dokter ketika dewasa nanti.

“Besar nanti cita-cita saya ingin jadi dokter,”pungkasnya.

Dikonfirmasi Wakil Kepala MTS Guppi Mekatta Basri menuturkan, sangat bangga terhadap siswinya itu. Dia juga meyakini apabila Zaskia memiliki fasilitas lebih baik lagi kemungkinan dialah yang menjadi juara utama bukan harapan 1.

“Padahal waktu belajar anak ini sedikit. Dia juga serba kekurangan tidak punya ponsel. Kalau dia tidak memiliki kendala itu saya yakin dia juara 1,”ucapnya.