MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Video jalan rusak yang diunggah influencer kuliner Bobon Santoso sempat bikin heboh jagat maya.
Awalnya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut lokasi berada di Kapuas Hulu.
Namun, setelah dicek ulang, informasi itu keliru. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menegaskan, jalan yang tampak rusak parah dalam video itu ternyata berada di Dusun Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.
Bupati Sis menyebut kesalahan terjadi karena adanya kesamaan nama wilayah.
“Di Kapuas Hulu memang ada Desa Jelemuk, Kecamatan Bika, dan Dusun Jelemuk di Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir. Tetapi jalan di video itu bukan di Kapuas Hulu,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (29/9/2025).
Jalur Paralel Perbatasan
Jalan yang terekam di kamera Bobon masuk jalur strategis Jalur Paralel Perbatasan.
Rute ini menghubungkan Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang, Sambas, hingga Aruk di perbatasan Kalbar–Malaysia. Statusnya, kata Bupati Sis, adalah Jalan Nasional, sehingga kewenangan perbaikan ada di pemerintah pusat.
Ia juga menambahkan, kondisi jalan di beberapa titik memang rusak, tapi tidak separah yang terlihat di video viral.
“Jalan di Jelemuk yang ada di Kapuas Hulu memang rusak, tetapi tidak separah itu,” jelasnya.
Tantangan Anggaran
Bupati Sis mengakui Kapuas Hulu tetap menghadapi persoalan infrastruktur berat. Wilayah seluas 31.318 kilometer persegi itu memiliki hampir 2.000 kilometer ruas jalan kabupaten dan desa.
Dari jumlah tersebut, 1.244 kilometer berstatus jalan kabupaten dan 747 kilometer merupakan jalan desa.
“Kami berupaya maksimal memperbaiki ruas antar kecamatan. Namun anggaran yang terbatas membuat prosesnya bertahap,” tegasnya.
Upaya perbaikan jalan terus dilakukan, meski medan luas dan anggaran minim jadi tantangan utama.
Viralnya video Bobon Santoso menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarkan.
Klarifikasi dari Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, memastikan publik tidak salah paham soal lokasi dan kewenangan perbaikan jalan.
Pemerintah daerah pun berharap perhatian pusat agar infrastruktur di perbatasan Kalimantan Barat bisa lebih cepat dibenahi.(*)














