ADVETORIALBeritaBERITA TERKINIHEADLINEhomeNUSANTARAPENDIDIKANPOLITIK

Koalisi Kawali Sumsel Gelar Talk Show, Selamatkan Sungai Kota Palembang

×

Koalisi Kawali Sumsel Gelar Talk Show, Selamatkan Sungai Kota Palembang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia Lestari (Kawali) Sumatera Selatan menyelenggarakan sesi kedua Talk Show Berdaulat, Berkeadilan, Berkelanjutan dengan tema “Palembang Kota Sungai, Selamatkan Sungai Kota Palembang” di Utopia Collaboration Space Palembang, Kamis (4/7/24).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk keynote speaker sekaligus Ketua Kawali Sumsel, Chandra Anugerah, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari, Akademisi UM Palembang, Akhmat Hamdi, Pengamat Sosial, Andreas Okdi, Mahasiswa UM Palembang, Muhamad Raihan dan sejarawan Kota Palembang, Mang Dayat

Chandra Anugerah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ide untuk menyelamatkan sungai di Kota Palembang. Penyelamatan sungai yang tersisa merupakan tanggung jawab dari semua pihak yang hidup dan tumbuh di kota ini.

“114 sungai harus tumbuh hidup dan bisa menjadi cerita yang baik kedepannya, bukan hanya mitos,” ujarnya.

Chandra mendorong penamaan 114 sungai di Palembang dan pembentukan dewan sumber daya air, yang baru diterbitkan pada Juni 2024. Ia berharap hal ini dapat segera terealisasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi Kawali yang telah menggagasnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan ide-ide baru dari berbagai pihak, seperti pengamat sosial, budayawan, mahasiswa, dan seluruh stakeholder.

“Palembang bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab semua orang. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Mang Dayat, sejarawan Kota Palembang, meminta kepada stakeholder untuk melibatkan sejarawan dan budayawan dalam pembangunan kota Palembang.

“Setiap pembangunan, sebaiknya sejarawan dan budayawan dilibatkan dalam kajian. Supaya tidak bertentangan dengan kearifan lokal,” pungkasnya.