Reporter : Warto Warman
RAJA AMPAT, Mattanews.co – Merayakan Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 H, Koalisi Suara Rakyat Untuk Faris Ori Raja Ampat, mengorbankan satu ekor sapi untuk dibagikan kepada anak-anak panti asuhan dan tim koalisi. Penyembelihan Berlangsung di sekertariat induk Faris- Ori Raja Ampat (FOR-4), Waisai, Sabtu (01/07/2020)
Yoche Mambrasar, menyampaikan, satu ekor sapi yang di sembelih tersebut dibelih dengan swadaya tim untuk dikorbankan sebagai wujud peringatan hari raya kurban tahun 2020.
“Pemotongan hewan kurban yang berlansung sejak pukul 11.00 WIT, rencananya akan dibagikan kepada 102 anggota tim dan kepada anak-anak panti asuhan Cahaya Alqodiri Waisai,” ungkap Yoche.
Diakuinya, sebanyak 102 anggota tim ini tidak hanya berasal dari agama Islam saja tetapi juga agama Kristen. “Tak hanya membagikan hewan kurban, Ko Suara FOR 4 juga akan mengadakan syukuran di Sekretariat Ko Suara pada hari ini, 01 Agustus 2020, pukul 17.00. Syukuran atau open house ini diadakan untuk tim sukses Faris Ori, dan para pendukung serta simpatisan kedua kandidat,” ujarnya.
Ia mengatakan, peringatan Idul Adha tahun 2020, yang dilaksanakan oleh Tim Ko Suara sebagai wujud pelaksanaan Iman Percaya kepada Allah, sebagaimana yang telah diajarkan oleh para Nabi, secara khusus Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya Ismail kepada Allah.
“Teladan yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ini, kiranya dapat diikuti oleh seluruh anggota tim, baik Islam maupun Kristen, karena baik di Alquran maupun Alkitab, keduanya mengisahkan peristiwa yang sama, sehingga nilai-nilai dan esensi dari makna kurban ini dapat dihayati oleh seluruh anggota,” ucapnya.
Dijelaskannya, jika berbicara kurban persembahan yang dicontoh oleh Nabi, banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa ini, yakni diperlukan adanya kesetiaan dan ketaatan kepada Allah yang dalam penjabarannya, ketaatan dan kesetian kepada pemimpin.
Nabi Ibrahim melalui sebuah ujian yang cukup berat dari Allah untuk mempersembahkan anaknya yang sangat disayangi, dan oleh karena ketaatan dan Iman Percaya yang tinggi kepada Allah, Nabi rela korbankankan anaknya, disini setiap anggota tim dapat belajar bagaimana menghadapi sebuah ujian yang maha berat seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.
Selain makna korban persembahan, dengan membagikan kurban kepada seluruh anggota tim baik Islam maupun Nasranai serta merayakan bersama-sama dalam syukuran open house, Yoche ingin menanamkan nilai-nilai toleransi yang merupakan warisan leluhur di Raja Ampat.
“Bahwa, di dalam politik boleh terjadi perbedaan pandangan dan pengikut yang berbeda-beda, namun sikap toleransi harus tetap dijaga dan dipelihara demi terwujudnya Keharmonisan Keluarga Besar Raja Ampat,” ajaknya.
Dijelaskannya, Keharmonisan Keluarga yang terjadi karena adanya sikap toleransi, adalah sikap yang ditunjukkan oleh Abdul Faris Umlati SE dan Orideko Burdam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal ini juga harus dicontohi dan dipelihara oleh tim, pendukung dan simpatisan FOR 4,” pungkasnya.
Editor : Chitet















