BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Koni Kapuas Hulu Siap Berangkat ke Porprov Kalbar XIV Tahun 2026 dengan Strategis Efisensi 

×

Koni Kapuas Hulu Siap Berangkat ke Porprov Kalbar XIV Tahun 2026 dengan Strategis Efisensi 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah tahun ini memang terasa hingga ke dunia olahraga. Tapi KONI Kabupaten Kapuas Hulu tidak memilih menyerah.

Di tengah keterbatasan dana, KONI justru menyiapkan strategi baru lebih selektif, lebih efektif, dan lebih kolaboratif demi tetap mengharumkan nama Kapuas Hulu di

Porprov Kalbar XIV Tahun 2026.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Kapuas Hulu, Anwar Sanusi, Rabu (26/8/2026).

Anwar Sanusi mengakui, efisiensi anggaran memberikan dampak yang cukup besar terhadap roda organisasi KONI.

“Memang harus kita akui bahwa kebijakan efisiensi anggaran memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap program kerja KONI Kapuas Hulu. Terutama untuk pembinaan, pelaksanaan try out, mengikuti kejuaraan, sampai dengan pengiriman atlet ke tingkat provinsi maupun nasional,” ujar bang Boy panggilan akrab Anwar Sanusi.

Ia memahami kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini yang harus membiayai banyak program untuk masyarakat.

“Kita memahami kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini. Karena itu, KONI tidak ingin melihat persoalan ini hanya dari sisi kebutuhan olahraga, tetapi juga memahami bahwa pemerintah daerah memiliki banyak program dan kebutuhan masyarakat yang harus dibiayai,” jelas Bang Boy.

Namun menurutnya, olahraga prestasi adalah bagian penting dari pembangunan daerah.

“Prinsip kami adalah efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembinaan dan prestasi olahraga, “tutur Bang Boy owner kerupuk basah Asifa yang ternama di Putussibau.

Untuk Porprov 2026, kata Bang Boy Kapuas Hulu dipastikan tetap berangkat. Hanya saja dengan penyesuaian.

“Dengan keterbatasan anggaran, tentu kita harus melakukan penyesuaian, terutama terhadap jumlah cabang olahraga, jumlah atlet dan official yang diberangkatkan, serta kegiatan pendukung lainnya. Karena itu, kita akan mengutamakan atlet dan cabor yang memang memiliki potensi prestasi dan peluang meraih medali,” tegas Bang Boy.

Bang Boy katakan, efisiensi membuat ruang gerak hampir semua cabor menjadi terbatas. Mulai dari kejuaraan, try out, hingga pemusatan latihan.

“Tetapi saya tidak ingin mengatakan bahwa ada cabor tertentu yang dianaktirikan. Semua cabor memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, hanya saja dalam kondisi anggaran terbatas kita harus menentukan skala prioritas,” kata Bang Boy.

KONI saat ini sedang melakukan inventarisasi dan verifikasi cabor yang akan diberangkatkan sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan KONI Provinsi Kalbar.

“Jadi bukan semata-mata berdasarkan keinginan, tetapi berdasarkan data dan kebutuhan prestasi,” lanjutnya.

Untuk menjaga prestasi tetap naik, KONI Kapuas Hulu menetapkan 4 strategi utama:

1. EFISIENSI TEPAT SASARAN

Pertama, kita akan mengutamakan program yang langsung menyentuh pembinaan atlet. Jangan sampai anggaran yang terbatas justru habis untuk kegiatan administratif, sementara atlet tidak mendapatkan kesempatan latihan dan bertanding.

2. KOORDINASI DENGAN PENGKAB CABOR

Kedua, kita akan memperkuat koordinasi dengan seluruh Pengkab Cabor. Cabor harus mampu menyusun program pembinaan yang benar-benar terukur, sehingga setiap kegiatan yang menggunakan anggaran memiliki output yang jelas.

3. KOLABORASI DENGAN PIHAK KETIGA

Ketiga, kita mendorong cabor untuk mencari dukungan dan kerja sama dengan pihak ketiga, dunia usaha, sponsor, serta stakeholder lainnya. KONI tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Dalam kondisi seperti sekarang, gotong royong untuk olahraga harus kita bangun bersama.

4. SELEKTIF DALAM MENGIRIM ATLET

Keempat, kita akan lebih selektif dalam mengirim atlet kejuaraan. Bukan berarti kesempatan bertanding ditutup, tetapi kita melihat mana yang benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi atlet.

“Target kita jelas, prestasi jangan sampai turun hanya karena anggaran terbatas. Bahkan kalau memungkinkan, kita ingin keterbatasan ini menjadi momentum untuk membangun pembinaan yang lebih efektif dan berbasis prestasi,” tegas Bang Boy.

Soal skala prioritas, Ketua KONI memastikan mekanismenya objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Yang kita lihat bukan hanya nama besar cabor, tetapi rekam jejak prestasi atlet, hasil pertandingan sebelumnya, hasil seleksi, potensi medali, kualitas pembinaan, kesiapan atlet, serta peluang bersaing pada kejuaraan yang diikuti,” jelasnya.

Lanjut Bang Boy, jadi atlet yang memang memiliki peluang medali akan menjadi prioritas, terutama untuk event besar seperti Porprov. Namun bukan berarti cabor yang belum unggul kemudian kita tinggalkan.

“Cabor tersebut tetap kita bina. Hanya saja bentuk dukungannya mungkin berbeda sesuai kemampuan anggaran,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, di Porprov sebelumnya Kapuas Hulu berada di peringkat ketujuh.

“Dalam kondisi sekarang, mempertahankan posisi tersebut saja sudah menjadi tantangan, tetapi kita tetap berharap atlet yang diberangkatkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi daerah, “tuturnya.

Anwar Sanusi juga menitipkan pesan khusus kepada atlet dan pelatih agar tidak berhenti berlatih.

“Pembinaan tetap berjalan. Ini yang ingin saya tegaskan kepada atlet dan pelatih. Jangan sampai karena persoalan anggaran kemudian latihan berhenti. Justru pada masa seperti sekarang, kita harus lebih disiplin dalam menjalankan program latihan, “pinta Bang Boy.

Untuk try out dan uji tanding akan disesuaikan. KONI hanya akan memilih kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi kesiapan atlet.

“Kita juga mendorong pelatih dan cabor untuk lebih kreatif. Tidak semua peningkatan kualitas atlet harus dilakukan melalui kegiatan yang mahal. Program latihan yang terukur, disiplin atlet, evaluasi berkala dan kompetisi yang tepat sasaran juga sangat menentukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah sudah menyampaikan komitmen bahwa pembinaan atlet melalui KONI dan Pengkab Cabor tetap berjalan sebagai bagian persiapan menuju Porprov 2026.

Di akhir wawancara, Anwar Sanusi menyampaikan pesan kepada seluruh elemen olahraga Kapuas Hulu.

“Kepada para atlet, teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kesempatan untuk membela nama Kapuas Hulu adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang kalian raih bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi membawa nama keluarga, pelatih, cabor dan Kabupaten Kapuas Hulu, “pesan Bang Boy.

Ia berharap kepada para pelatih, tetap semangat membina atlet. Saya tahu kondisi sekarang tidak mudah, tetapi justru di sinilah kreativitas dan profesionalisme pelatih diuji.

“Kepada seluruh pengurus cabor, mari kita sama-sama memahami kondisi daerah. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan anggaran sebanyak-banyaknya, tetapi mari kita berpikir bagaimana anggaran yang terbatas itu bisa menghasilkan prestasi yang sebesar-besarnya, “ujar Bang Boy.

Kemudian, kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, kami juga mohon dukungan. Olahraga prestasi tidak bisa hanya dibebankan kepada KONI dan pemerintah daerah. Kami membutuhkan dukungan dunia usaha, masyarakat, orang tua atlet, dan seluruh stakeholder.

Ia menutup dengan prinsip yang menjadi pegangan KONI Kapuas Hulu saat ini.

“Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat, pembinaan dan perjuangan untuk mengharumkan nama Kapuas Hulu tidak boleh terbatas. Kita tetap berjuang, tetap berlatih, dan tetap memberikan yang terbaik untuk daerah, “pungkasnya mengakhiri. (*)