BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Koperasi Merah Putih Munjuljaya Purwakarta Gelar RAT Perdana, Bahas Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025

×

Koperasi Merah Putih Munjuljaya Purwakarta Gelar RAT Perdana, Bahas Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Koperasi Kelurahan Merah Putih Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta, resmi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana pada Minggu, 29 Maret 2026.

Bertempat di Kantor Keluaran Munjuljaya, agenda ini fokus pada pemaparan pertanggungjawaban pengurus untuk Tahun Buku 2025.

Pelaksanaan RAT ini merupakan mandat konstitusi organisasi sesuai Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang menempatkan rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam struktur koperasi.

Ketua Koperasi Merah Putih Munjuljaya, Asep Saepudin, menegaskan bahwa RAT ini adalah momentum krusial bagi anggota untuk mengevaluasi kinerja kolektif selama satu tahun ke belakang.

“Kami mengundang seluruh anggota untuk meninjau langsung laporan pertanggungjawaban pengurus serta laporan pengawas Tahun Buku 2025. Ini adalah bentuk transparansi kami,” ujar Asep dalam keterangan tertulisnya.

Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut mencakup empat agenda utama meliputi pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus, Pemaparan Laporan Pengawas, Diskusi interaktif antar anggota hingga pembahasan penetapan kebijakan strategis koperasi.

Sementara, Business Assistant (BA) KDKMP dari Kementerian Koperasi, Ida Purnama Sari menambahkan, bahwa pengurus juga saat ini telah mengisi kelengkapan data pada Aplikasi SIMKOPDES (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa) yang telah difasilitasi oleh kementrian koperasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan kebutuhan anggota.

Ke depan, Koperasi Merah Putih Munjuljaya berkomitmen untuk menyusun rencana bisnis yang lebih adaptif.

Ida menegaskan bahwa arah kebijakan koperasi akan diintegrasikan dengan semangat gotong royong guna mendukung keberhasilan Delapan Astacita Presiden dan Wakil Presiden.

“Partisipasi aktif anggota sangat diperlukan untuk menentukan arah kebijakan ke depan, terutama dalam memperkuat aspek ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” pungkasnya.(*)