BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPOLITIK

Korlap Almasta Bicara Blak-blakan Diduga Undangan Pemkab Tulungagung Sarat Rekayasa

×

Korlap Almasta Bicara Blak-blakan Diduga Undangan Pemkab Tulungagung Sarat Rekayasa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Menam Maulana selaku Koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Tulungagung (Almasta) menduga undangan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur sarat rekayasa.

Pernyataan itu dikatakan Pria berbadan tambun ini menanggapi undangan Pemkab Tulungagung kepada Almasta pada Rabu, 29 Mei 2024 di Ruang Pringgitan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung.

“Jadi begini, saat kami (Almasta) diundang oleh Pemkab Tulungagung dalam agenda penyerahan berkas tuntutan Almasta sengaja saya tidak hadir, saya menduga itu sarat rekayasa kok,” ucap Maulana lebih akrab disapa dihadapan awak media, Jumat (31/5/2024) Siang.

Maulana menambahkan, ia sengaja memilih tidak menghadiri undangan dari Pemkab Tulungagung dengan alasan bahwasanya semua berkas tuntutan saat aksi damai sudah dilaporkan ke Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.

“Jadi buat apa kalau undangan Pemkab Tulungagung itu agenda penyerahan berkas tuntutan, sedangkan kami sudah ke Jakarta melaporkan ke Irjen, Kemendagri, kan terkesan ada apa ini?,” tambahnya.

Lebih lanjut Pria masih tercatat Ketua Perkumpulan Swadaya Masyarakat (PSM) Lidra Kabupaten Tulungagung menjelaskan ia menganggap agenda di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso itu seharusnya tidak perlu diselenggarakan, mengingat Almasta sebelumnya sudah melaporkan ke Irjen Kemendagri di Jakarta.

“Justru kami menduga agenda itu sarat rekayasa, bahkan bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Tulungagung berupaya untuk mencabut laporan yang telah disampaikan Almasta kepada Irjen Kemendagri,” terangnya.

“Akhirnya saya putuskan bersama Ketua LSM Tugu Lawang saya menolak untuk hadir dalam agenda tersebut,” urainya.

“Kalau dibilang saya dan Ketua LSM Tugu Lawang itu ‘gembos’ tidak benar, biarlah publik yang menilai, tapi pada intinya Almasta masih tetap kompak,” katanya menambahkan.

“Biarlah di Kemendagri berproses sekaligus mengevaluasi kinerja Pj Bupati Tulungagung selama 8 bulan ini. Selain itu juga kami juga akan persiapkan Aksi Damai Almasta jilid 2,” pungkasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Korlap Almasta lainnya Okky Anggoro mengatakan ia tidak hadir saat Almasta menerima undangan dari Pemkab Tulungagung.

“Sama dengan Pak Ketua PSM Lidra saya sengaja tidak hadir, karena jelas kami (Almasta) sudah mengadukan ke Irjen Kemendagri di Jakarta,” kata Okky yang masih tercatat Ketua LSM Tugu Lawang itu.

“Kami tetap solid bersama Almasta, dan saya optimis perjuangan kawan-kawan akan membuahkan hasil kok,” tandasnya.

“Persahabatan bersama Almasta melebihi dari segalanya, karena saya yakin semua personel Almasta memiliki kelebihan masing-masing sehingga bekerja sesuai tugas, pokok, dan fungsinya,” katanya menambahkan.

Dia menambahkan agenda di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso kemarin itu ia menduga justru sarat rekayasa, bahkan terkesan hanya menghamburkan anggaran saja.

“Saya menduga memang begitu penuh dengan rekayasa, sudah dilaporkan kok baru mengundang, selama beberapa hari lalu pasca aksi damai kemana saja, coba silakan pikir ?” tambahnya.

“Agenda tidak berlangsung lama kok ujungnya dijamu untuk makan-makan saya dapat info begitu, jelas itu hamburkan anggaran saja,” imbuhnya.