BERITA TERKINIHEADLINE

KPM BPNT di 7 Desa di kecamatan Maniis Purwakarta, Kecewa dengan Kualitas Sembako yang Buruk

×

KPM BPNT di 7 Desa di kecamatan Maniis Purwakarta, Kecewa dengan Kualitas Sembako yang Buruk

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Sebanyak 5195 warga tidak mampu di wilayah Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa barat mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Program BLT BBM, BPNT/Sembako dan PKH tahun 2022.

Penyaluran Bansos oleh PT. Pos Indonesia di setiap Balai Desa itu dilaksanakan secara Serentak Se-Kecamatan Maniis beberapa waktu lalu tepatnya, pada Senin (28/11/2022).

Sementara untuk jumlah uang yang diterima per-KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebesar 900 ribu, dengan rincian 300 ribu bansos, dampak penyesuaian harga BBM dan 600 ribu bansos BPNT/Sembako terhitung dari Bulan Oktober, November, dan Desember 2022.

Sedangkan untuk Program PKH dengan nominal variatif sesuai dengan susunan keluarga sebagai tanggungan.

Namun pada pasca penyaluran bantuan tersebut, beredar kabar bahwa setelah pencairan di kantor Desa tiba-tiba ada Pak RT dan Pengurus lainnya Meminta Uang Sembako Sejumlah Rp.600 ribu untuk diambil dan dibagikan beras. Setiap penerima manfaat ada yang mendapatkan satu karung hingga tiga karung beras, berikut dengan komoditas lainnya,” hal itu diungkapkan oleh inisial I salah satu KPM Kecamatan Maniis. Jumat (03/12/2022).

Dijelaskannya, ternyata beras dan komoditi lainnya lebih parah. Beras yang kami terima kualitasnya tidak bagus dan berbau, walaupun kemasan berasnya bertuliskan merk ternama.

Sedangkan komoditi lainnya yang kami terima berupa Kentang 1Kg, Buah pir 3 buah, Kacang ijo 1/4kg, Telor 12 butir untuk 1 paketnya.

“Setelah kami hitung tidak sesuai dengan semestinya dan jika ditaksir harga keseluruhan sekitar Rp.140 ribu. Sedangkan uang yang kami terima sebesar Rp.200 Ribu, kemudian untuk setiap paket bantuan kami berbelanja 3 paket. Berhubung dana yang kami terima dari kemensos untuk 3 bulan,” jelasnya.

Kata dia, ada sebanyak 7 tujuh desa yang mengalami hal serupa diantaranya, Desa Cijati, Desa Citamiang, Desa Gunungkarung, Desa Ciramahilir, Desa Tegaldatar dan Desa Sukamukti. Namun beda halnya dengan komoditi yang diterima oleh KPM Desa Pasirjambu, Komoditi yang di terima oleh KPM sesuai dan tidak di complain oleh warganya.

“Bahkan ramai di grup Facebook Silaturahmi Warga Kecamatan Maniis ada beberapa KPM bercerita terkait komoditi yang mereka beli sejumlah Rp.600 ribu. Sembako yang di terima oleh warga desa pasirjambu diantaranya Beras, Ayam, Telur, Wortel, Kentang, Anggur, Lengkeng dan Buah Pir jadi tiap bulan bervariasi dan tidak mendapatkan komplain,” ujarnya. Menanggapi itu kamipun tidak akan complain karena sesuai dengan harapan warga.

Penyaluran bantuan sosial di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta itu di duga ada permainan antara pihak Desa bekerjasama dengan Supliyer Sembako Rumah Telor Purwakarta. Dengan memberikan sejumlah Fee untuk setiap paket sembako yang terjual. Sejumlah uang senilai Rp.10-15 ribu rela dikeluarkan supliyer ini kepada Kepala Desa agar memuluskan bisnis sembako tersebut. Hal tersebut atas

Atas Kejadian tersebut, Asep Kurniawan Pafet Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta menyangkan prilaku pebisnis yang menyampingkan hak-hak konsumen.

“Semuanya sudah ada ketetapan dan ketentuannya, untuk pebisnis tolong perhatikan hak konsumen,” ucapnya Sabtu (13/12/2022).

Mengacu pada ketentuan undang-undang No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan konsumen Pasal 4 huruf (b) hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondis serta jaminan yang dijanjikan. Sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melakukan wanprestasi sebagaiman ketentuan perundang-undangan.

Pafet mengatakan, dalam binsin proses bansos sembako ini telah diatur dalam pedoman umum bansos sembako yakni permensos 5 tahun 2021 dengan prinsip 6T.

“Kami meminta agar pihak dinas sosial kabupaten purwakarta dan aparat hukum agar menindak lanjuti keresahan warga penerima bansos di Kecamatan Maniis ini,” pungkasnya.