BERITA TERKINI

Kreatif Berbalut Semangat Wujudkan Kampung Pangan Inovatif dan Kampung Hijau Palembang

×

Kreatif Berbalut Semangat Wujudkan Kampung Pangan Inovatif dan Kampung Hijau Palembang

Sebarkan artikel ini
Jamiah dan suaminya, sedang panen sayur Pakcoy. Sayur yang ditanam di alat hidroponik, yang merupakan bantuan CSR PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang, sejak setahun terakhir (Hari Wijaya/ Mattanews.co)
Jamiah dan suaminya, sedang panen sayur Pakcoy. Sayur yang ditanam di alat hidroponik, yang merupakan bantuan CSR PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang, sejak setahun terakhir (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Warna hijau sayur pakcoy, sungguh membuat pandangan mata segar. Seperti itulah pemandangan di halaman rumah Jami’ah (54), Ketua RT 05 RW 02 Lorong Selamat Kelurahan Plaju Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Di tengah keterbatasan halaman rumahnya, Jami’ah menyulapnya menjadi hunian yang hijau dan asri. Tak hanya sayur pokcay saja yang ditanam, tapi banyak tanaman obat keluarga (toga) yang tumbuh di atas pot-pot dari barang bekas.

Berbagai jenis toga yang hidup dan subur di taman mungilnya. Mulai dari mint, rosella, sambiloto, bidara, bunga telang, tungkai dan masih banyak lagi.

Mekarnya daun hijau sayur pokcay di instalasi hidroponik, serta banyaknya toga yang tumbuh subur, merupakan buah dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang.

Di hari Sabtu (23/10/2021) lalu, tanaman hidroponiknya panen. Jami’ah dibantu suaminya, Rahmat, panen sayuran Pokcay sebanyak 35 Kilogram (Kg). Sayur segar tersebut langsung diserbu para ibu pejabat daerah hingga Pertamina.

Bahkan setiap panen, ada pedagang sayuran yang rutin membeli sayur pokcay seharga Rp 20.000 per Kilogram, dengan jumlah yang banyak.

Jami’ah mengatakan, sejak adanya program CSR PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang setahun terakhir, bisa membantu peningkatan kesehatan anak-anak di Posyandu. Sayur pokcay dan toga yang hidup di halaman rumahnya, sangat membantunya mendukung program sehat Posyandu Melati yang dipimpinnya.

 

Sayur Pakcoy yang sudah ditanam sebulan lalu, kini panen untuk ke sekian kalinya. Sayur yang ditanam di alat hidroponik, merupakan bantuan CSR PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang, sejak setahun terakhir (Hari Wijaya Kasturi / Mattanews.co)
Sayur Pakcoy yang sudah ditanam sebulan lalu, kini panen untuk ke sekian kalinya. Sayur yang ditanam di alat hidroponik, merupakan bantuan CSR PT KPI RU III Pertamina Plaju Palembang, sejak setahun terakhir (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

“20 persen hasil penjualan sawi pokcay, dialokasikan untuk kebutuhan posyandu. Terutama untuk mencegah stunting bagi anak-anak di sini. Dan ini sangat membantu kami mengubah pola membangun kesehatan sejak dini, di kampung kami,” ucapnya, Sabtu (30/10/2021).

Pencegahan stunting dilakukannya, dengan membuat cemilan MPASI dari campuran tanaman obat dan sayur pokcay. Dengan menggunakan magic com dan oven dari bantuan Pertamina.

Cemilan pendamping ASI tersebut, dibagikan ke para balita untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan imun tubuh.

Tanaman toga yang ditanam, dibuatnya menjadi teh herbal, yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, toga dipercaya bisa mencegah dari penularan COVID-19.

Solar Food Dehydrator

Solar Food Dehydrator yang digunakan sebagai pengering rempah-rempah di Kampung Pangan Inovatif binaan Pertamina RU II Palembang di kawasan Plaju Palembang (Hari Wijaua Kasturi / Mattanews.co)
Solar Food Dehydrator yang digunakan sebagai pengering rempah-rempah di Kampung Pangan Inovatif binaan Pertamina RU II Palembang di kawasan Plaju Palembang (Hari Wijaya / Mattanews.co)

Untuk membuat toga ini menjadi teh herbal, Jamiah menggunakan solar food dehydrator, yang merupakan hasil karya Kampung Mari Plaju Palembang, binaan CSR Pertamina MOR II Palembang.

“Kita memakai solar food dehydrator ini untuk mengeringkan toga yang akan dijadikan teh herbal. Jika mengeringkan secara manual, butuh 3 hari sampai 1 mingguan. Tapi dengan alat inovatif ini, rempah-rempah obat bisa langsung kering seharian jika matahari terik,” ucapnya.

Penggunaan solar food dehydrator ini, lanjut Jamiah, layaknya reflector kamera. Dengan menggunakan alumunium foil, yang akan memantulkan sinar matahari langsung ke rempah-rempah tersebut. Pembuatan solar food dehydrator pun cukup unik, dengan memanfaatkan ban bekas dan kaca.

Rempah-rempah yang kering, langsung dikemas di dalam bungkusan menarik. Seduhan teh herbal itu juga, kerap disajikan ke para warga ketika acara posyandu.

“Untuk membuat teh herbal, Pertamina mendukung dengan menyediakan mesin pencacah. Jadi kami lebih mudah membuat minuman segar ini. Bahkan banyak warga yang akhirnya meniru gerakan ini, dengan turut menanam toga di halaman rumahnya,” katanya.

Penerapan pola hidup sehat ini, akhirnya diganjar dengan penghargaan ‘Double Winner’ di tahun 2020 lalu. Yakni Juara Kampung Taman Toga dan Juara Pemanfaatan Toga, yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Bahkan di awal tahun 2021, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, memberikan penghargaan sebagai Kampung Pangan Inovatif dan The Herbal Jami’ah Rizky.

 

Kampung Hijau

Salah satu kebun sayur mayur yang juga dibangun tambak ikan air tawar di Lorong Nangka 1 Sugihwaras Palembang, merupakan desa binaan dari DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang Sumsel (Hari Wijaya Kasturi / Mattanews.co)
Salah satu kebun sayur mayur yang juga dibangun tambak ikan air tawar di Lorong Nangka 1 Sugihwaras Palembang, merupakan desa binaan dari DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang Sumsel (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

Jika skala kecil penerapan kampung inovatif ada di rumah Jami’ah. Lain lagi di Lorong Nangka 1 Jalan AMD Sugihwaras Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame Palembang.

Para warga di Sugihwaras ini, menyulap hunian mereka menjadi lebih asri, hijau dan ramah lingkungan. Seperti terlihat dari gapura warna-warni di gerbang lorong, yang cukup menarik perhatian warga yang lewat.

Bukan karena bentuk gapuranya, tapi karena bahan baku gapuranya yang membuat orang hampir tak percaya. Gapura yang indah tersebut dibangun dari ratusan botol plastik bekas dan bisa sebegitu kokohnya.

Menapakkan kaki masuk ke lorong ini, banyak tanaman-tanaman hijau yang menyapa dengan warna yang segar.

Kawasan yang masuk program Corporate Social Responsibility (CSR) binaan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) SMB II Pertamina MOR II Palembang ini, membuktikan jati dirinya sebagai kampung kreatif. Tak hanya kreatif, tapi juga inovatif dan peduli lingkungan.

Selain membangun gapura, botol-botol bekas tersebut juga dibuat lampu lampion dan pot-pot tanaman. Ada juga yang unik, para warga memanfaatkan celana jeans, handuk, karpet dan karung bekas untuk jadi pot-pot bunga.

 

Dari Tiada Jadi Ada

Salah satu anggota Pemuda Tani Milenial Sugihwaras Palembang, sedang memberi makan ikan air tawar, di lahan tambak ikan yang merupakan bantuan CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang SUmsel (Hari Wijaya Kasturi / Mattanews.co)
Salah satu anggota Pemuda Tani Milenial Sugihwaras Palembang, sedang memberi makan ikan air tawar, di lahan tambak ikan yang merupakan bantuan CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang SUmsel (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

Munir, Ketua RT 06 RW 02 Lorong Nangka 1 Kelurahan Talang Jambe Palembang mengatakan, program CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang sangat membantu mereka. Terutama mengelola desanya menuju urban farming yang meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Pertamina menyentuh segala sektor. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, edukasi dan motivasi untuk maju. Mengubah mindset anak-anak muda di sini juga, dengan menggandeng mereka menjadi Pemuda Tani Milenial Sugihwaras,” katanya, Sabtu (30/10/2021).

Awalnya, para remaja yang masih sekolah dan kuliah di desanya, hanya menghabiskan hari-hari dengan aktivitas kumpul-kumpul dan begadang tanpa tujuan. Apalagi dengan adanya sekolah online, waktu mereka banyak terbuang percuma dengan kegiatan nongkrong di desanya saja.

Namun sejak ada Pemuda Tani Milenial Sugihwaras, para pemuda di sana lebih produktif. Seperti membuat tambak ikan air tawar seluas 40×20 meter dan memelihara ikan, dari binaan Pertamina.

Bahkan beberapa waktu lalu, mereka sudah panen ikan air tawar. Sebagian panen ikannya dijual ke pasar tradisional di Palembang dan dananya disimpan ke kas desa. Sebagian panennya lagi diberikan ke warga-warga, agar bisa menikmati hasil kerja mereka.

Lalu, Pemuda Tani Milenial Sugihwaras juga mulai belajar bertani, seperti menyangkul, menanam sayuran dan tanaman hingga mengolah barang bekas menjadi perabotan pertanian yang bernilai ekonomis.

“Warga dan Pemuda Tani Milenial Sugihwaras juga diajak untuk membuat Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Yakni pengolahan kotoran sapi menjadi biogas, dan pencegahan banjir dengan biopori. Pelatihan sudah digelar oleh Pertamina,” ujarnya.

 

Energi Baru Terbarukan

Para anggota Pemuda Tani Milenial Sugihwaras Palembang, saat berdiskusi dengan warga untuk progres biogas selanjutnya. Bigester, alat biogas ini merupakan bantuan CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang Sumsel (Hari Wijaya Kasturi / Mattanews.co)
Para anggota Pemuda Tani Milenial Sugihwaras Palembang, saat berdiskusi dengan warga untuk progres biogas selanjutnya. Bigester, alat biogas ini merupakan bantuan CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang Sumsel (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

Alat biogas bernama Bigester tersebut, sudah disediakan Pertamina dan diletakkan di pekarangan rumah warga, yang berdekatan dengan kandang sapi. Nantinya, mereka akan memproduksi biogas yang akan disalurkan ke rumah-rumah warga, untuk bisa menghemat penggunaan gas tabung.

Tak berhenti di situ saja. CSR DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang juga menggalakkan EBT ke para warga Lorong Nangka 1 Sugihwaras, dengan menggunakan Solar Cell. Alat penyerap tenaga matahari ini, digunakan sebagai pembangkit listrik alternatif, yang sudah digunakan warga di beberapa titik.

“Ada sekitar 30 orang pemuda yang turut serta membuat kampung kami menjadi ramah lingkungan dan hijau. Mereka bisa mendapatkan ilmu tambahan, yang tidak diberikan di sekolah atau kampus mereka. Bisa menanam jagung, membuat kerajinan tangan dan berkolaborasi dengan para orang tua di sini,” katanya.

Dengan kerjasama yang apik antara kaum tua dan muda yang digandeng Pertamina, kawasan Lorong Nangka 1 Sugihwaras ini pun diganjar berbagai penghargaan.

Seperti Lomba Halaman Teratur, Indah, Nyaman dan Asri (HATINYA) PKK Tingkat Kota Palembang di bulan Desember 2020 lalu. Serta menyabet Juara Desa Kreatif Palembang di awal bulan Oktober 2020 kemarin.

Ditambahkan Pelaksana tugas (Plt) Lurah Talang Jambe, Kecamatan Sukarame Palembang, bantuan Pertamina memberi semangat lebih ke anak-anak muda di daerah pimpinannya. Bahkan, Lorong Nangka 1 RT 06 ini menjadi inspirasi bagi desa-desa di sekitarnya, untuk turut serta melakukan kegiatan ramah lingkungan.

“Banyak warga di desa tetangga yang datang ke sini, untuk belajar bagaimana menata daerahnya menjadi lebih asri dan cantik. Saya juga ingin mendorong daerah lain di Kelurahan Talang Jambe, agar bisa mewujudkan daerah seperti ini,” ungkapnya.

Dengan bntuan dari Pertamina dan semangat dari para warga, mereka pun ingin mewujudkan Desa Wisata Rintisan. Dengan menyediakan spot-spot foto yang Instagramable, jalan yang mulus, wisata kuliner tradisional dari warga serta fasilitas lainnya.

Beberapa langkah menuju Desa Wisata Rintisan yang akan direalisasikan dalam waktu terdekat adalah, jalur untuk jogging dan bersepeda. Sehingga, para pengunjung bisa berolahraga sembari menikmati hijaunya kawasan tersebut.

 

Pertamina Membantu

Kolam ikan air tawar yang berisi ribuan ikan, disediakan melalui CSR Pertamina untuk warga Lorong Nangka 1 Sugihwaras Talang Jambe Palembang Sumsel (Hari Wijaya Kasturi / Mattanews.co)
Kolam ikan air tawar yang berisi ribuan ikan, disediakan melalui CSR Pertamina untuk warga Lorong Nangka 1 Sugihwaras Talang Jambe Palembang Sumsel (Hari Wijaya/ Mattanews.co)

Diungkapkan Area Manager Communication, Relation & CSR RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari, Jamiah yang menjadi salah satu mitra binaan PT KPI RU III Plaju, karena termasuk masyarakat di wilayah ring 1 operasional perusahaan, sejak satu tahun terakhir.

“Kita berusaha memberikan yang terbaik untuk mitra binaan kita, tentu sinergi dan kerjasama dengan pemerintah setempat juga kita bangun,” sambungnya.

Selain hidroponik, PT KPI RU III Plaju lewat program Kampung Pangan Inovatif ini juga mendorong berbagai inovasi pangan sehat lainnya. Seperti teh herbal, Toga, MPASI dalam bentu cookies berbahan Toga, yang dapat menambah nafsu makan balita di Kelurahan Plaju Ulu.

“Program bantuan instalasi hidroponik ini seiring dengan Sustainable Development Goals (SDGs) kedua kami, yakni mencapai ketahanan gizi yang baik. Apalagi bercocok tanam dengan media hidroponik, membawa dampak positif untuk lingkungan dengan kemampuannya dalam mengurangi dan meminimalkan polusi udara,” ujarnya.

Selain itu, membersihkan udara dari pencemaran serta polusi, budidaya tanaman hidroponik juga dapat difungsikan sebagai media, untuk menambah kadar oksigen atau O2 di udara.

Serta hasil yang didapat dari teknologi hidroponik tersebut, Lanjut Situ, lebih bersih dan aman dikonsumsi. Karena tak memakai peptisida dan menjadikan lingkungan lebih indah.

Sedangkan untuk program kampung hijau di Sugihwaras Palembang, I Ketut Arnawa, Operation Head DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang menuturkan, program di Sugihwaras menjadi langkah nyata dari DPPU SMB II Pertamina MOR II Palembang, dalam mewujudkan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan, masyarakat dan sosial.

Di mana, program CSR Pertamina mempunyai empat bidang khusus, yatu infrastruktur, charity, empowerment dan capacity building. Dengan sub bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan dan infrastruktur.

“Desa Sugihwaras Talang Jambe Palembang berpotensi menjadi desa wisata dan desa kreatif. Dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik. Program kami pun selaras dengan desa ini, sehingga kita berkolaborasi sejak awal Januari 2020 lalu, di berbagai sektor,” katanya.

Pemuda Tani Milenial Sugihwaras pun dibentuk, untuk menjalankan pertanian dan perikanan modern, serta meningkatkan perekonomian warga sekitar yang terdampak COVID-19. Dan juga menggelorakan pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.