MATTANEWS.CO,MUSI RAWAS– Masyarakat di kawasan Desa Trans Subur, kecamatan Muara Lakitan, kabupaten Musi Rawas, menghadapi krisis air bersih yang semakin parah. Sudah tiga hari berturut-turut air dari Perusahaan Air Minum (PAM) tidak mengalir ke rumah-rumah warga, menyebabkan keresahan dan kesulitan bagi penduduk setempat.” Minggu (1/9/2024).
Sejak awal minggu ini, pasokan air dari PAM tiba-tiba terhenti tanpa pemberitahuan atau penjelasan resmi dari pihak terkait. Warga yang sangat bergantung pada pasokan air bersih ini pun.
mulai mengeluhkan situasi tersebut. Banyak yang harus mencari alternatif dengan membeli air galon atau memanfaatkan sumber air lain yang tidak selalu layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Awak media wawancara salah satu warga desa trans subur bernama ibuk Sri “Susah sekali, kami harus menghemat air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, masak, dan mencuci. Setiap hari kami harus membeli air galon, padahal tidak semua orang mampu,” ungkap Ibu Sri, salah satu warga Trans Subur yang terdampak.
Keresahan semakin memuncak karena hingga saat ini, tidak ada tindakan nyata dari pihak Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) untuk menangani masalah ini. Warga merasa diabaikan dan berharap ada solusi cepat sebelum kondisi semakin memburuk.
“Seharusnya ada penjelasan atau setidaknya petugas datang ke sini untuk melihat kondisi kami. Kami butuh air bersih, ini kebutuhan dasar,” tambah Pak Budi, warga lainnya.
Warga Desa Trans Subur kini hanya bisa berharap pihak BLUD SPAM segera mengambil tindakan untuk memperbaiki pasokan air bersih di wilayah mereka, agar kehidupan sehari-hari bisa kembali normal.














