Lahiran PERADAN, Akan Dibentuk Sebagai Advokat Bidang Khusus

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Setiap advokat yang terlahir dari PERADAN (Perkumpulan Advokat dan Pengacara Nusantara) harus betul-betul menjalankan profesi advokat officium nobile, artinya menjunjung tinggi dengan menjalankan profesi mengutamakan kepentingan hukum pencari keadilan. Demikian yang disampaikan Ketua Umum PERADAN, Indranas Gaho, saat menghadiri pengambilan sumpah advokat anggotanya, di Pengadilan Tinggi Palembang, Jalan Jendral Sudirman KM 3,5 Palembang, Senin (5/4/2021).

“Ya, anggota PERADAN harus menjunjung tinggi profesi advokat dengan mengutamakan kepentingan hukum pencari keadilan, bukan menghalalkan segala cara. Selain itu bisa memberikan pelayanan bantuan hukum semaksimal mungkin,” ungkap Ketua Umum PERADAN, Indranas Gaho, saat diwawancarai wartawan media ini.

Dikatakan Ketua Umum PERADAN, Indranas Gaho, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan bagi anggotanya, guna meminimalisir peninggalan klien dan sejenis lainnya yang merupakan pelanggaran.

“Kita akan lakukan pembinaan structural PERADAN berjenjang. Tidak hanya sebatas pendidikan, ujian profesi ataupun magang saja, tapi kita juga mempersiapkan advokat tersebut, untuk menggeluti bidang khusus. Jadi di PERADAN, kita memiliki program spesialis keilmuan, seperti sepesialis pengacara pengadaan, spesialis pengacara pajak, kuasa hukum pajak atau menjadi mediator,” terangnya.

Dijabarkan orang nomor satu di organisasi PERADAN ini, prinsipnya, setelah pengambilan sumpah Pengadilan Tinggi, para advokat, khususnya PERADAN, tidak dilepas begitu saja.

“Itu karena mereka terikat dengan organisasi. Jadi, organisasi bertanggung jawab untuk melakukan kontrol terhadap para anggotanya, guna meminimalisir peninggalan klien dan sejenis lainnya yang merupakan pelanggaran. Tentu sanksinya tidak main-main, bisa saja diberhentikan,” tegasnya.

Dijabarkan Indranas Gaho, jika nantinya terdapat advokat PERADAN yang ‘nakal’ atau melakukan pelanggaran, maka pihaknya tidak segan-segan memberhentikan.

“Jelas aturannya sudah tertera pada Undang – Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003. Jadi, jika kami mendapatkan pengaduan dari pencari keadilan ataupun masyarakat tentang pelanggaran kode etik, maka organisasi PERADAN akan mengadili, memeriksa dan memutuskan melalui dewan kehormatan peradilan. Jika fatal, maka sangsinya diberhentikan,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait